Tracon Industri Serap 85 Persen Tenaga Kerja Lokal di 13 Proyek Strategis

0
Tracon Industri Serap 85 Persen Tenaga Kerja Lokal di 13 Proyek Strategis

JAKARTA – Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu kontribusi PT Tracon Industri dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah operasionalnya. Hingga 2026, perusahaan mencatat 85 persen tenaga kerja pada 13 proyek strategis berasal dari masyarakat lokal, mulai dari posisi pendukung hingga tingkat pengawas.

Capaian tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan perusahaan sejak 2016. Selain membuka kesempatan kerja, kebijakan perekrutan tenaga kerja setempat diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di sekitar proyek industri.

Direktur Utama (Dirut) PT Tracon Industri Muhammad Badri Halim mengatakan, kontribusi perusahaan tidak hanya dinilai berdasarkan pencapaian teknis dan operasional, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat serta lingkungan.

“Melalui optimalisasi penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapabilitas SDM, serta penguatan program kesejahteraan sosial berbasis ESG dan SDGs, kami berkomitmen menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan di seluruh area bisnis dan operasional,” ujar Badri dalam keterangannya, Jumat (06/11/2026), sebagaimana dilansir Kontan.

Penyerapan tenaga kerja lokal tersebut tersebar dalam 13 proyek strategis yang melibatkan sejumlah mitra industri nasional dan internasional. Beberapa di antaranya mencakup proyek BP Tangguh dan BP Berau, Pertamina Group, termasuk Pertamina Regional 1, PEP Zona 4, PHSS, Subang Field, Jambi Field, Musi Timur, serta Jadestone Energy di Akatara Field.

Kesempatan kerja yang disediakan mencakup berbagai tingkatan jabatan, mulai dari tenaga pendukung, staf, teknisi, operator, hingga pengawas. Keterlibatan pekerja lokal di berbagai posisi tersebut juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengalaman kerja dari proyek-proyek industri berskala besar.

Di samping perekrutan, perusahaan memperkuat peningkatan kompetensi karyawan melalui program berbagi pengetahuan (sharing session) lintas divisi dan unit kerja. Program tersebut dirancang untuk membangun budaya organisasi yang mendorong pembelajaran berkelanjutan.

Sepanjang 2025, kegiatan tersebut menghasilkan 1.486 jam pembelajaran kerja (man-hours) melalui 17 sesi dengan enam topik strategis. Materi yang dibahas meliputi aspek teknis, kepemimpinan, inovasi, tata kelola, dan keberlanjutan.

Upaya pemberdayaan juga diperluas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pelaksanaannya mencakup bidang ketahanan pangan, kesehatan, perlindungan sosial, dan lingkungan.

Sejumlah kegiatan yang dijalankan antara lain penyaluran paket kebutuhan pokok bersubsidi, donor darah, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan tahunan bagi karyawan, perlindungan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, serta penyediaan fasilitas penyaringan air bersih.

Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary & Strategy PT Tracon Industri Lutfi Aditya Rahman mengatakan, program sosial dan lingkungan perusahaan dirancang sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis, bukan sekadar pemenuhan kewajiban sosial.

“Integrasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bukan sekadar pemenuhan kewajiban sosial, melainkan bagian dari strategi perusahaan yang dirancang secara terukur untuk mendukung keberlanjutan bisnis, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata dalam jangka panjang,” kata Lutfi.

Konsistensi pelaksanaan program tersebut turut mengantarkan PT Tracon Industri meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Brilliance CSR Awards 2026. Perusahaan memperoleh predikat emas untuk kategori The Most Brilliant in Community Empowerment dan predikat perak pada kategori The Most Brilliant in Environmental Sustainability.

Selain penghargaan untuk perusahaan, Lutfi juga mendapatkan pengakuan sebagai The Most Brilliant Senior Executive in CSR Execution atas pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Berbagai capaian tersebut memperlihatkan upaya perusahaan menghubungkan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan kompetensi, serta keberlanjutan program sosial diharapkan dapat memperluas manfaat proyek industri bagi masyarakat di wilayah operasionalnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *