UMKM Perempuan Bojonegoro Naik Kelas Lewat Bazar Hari Kartini
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini ke-147 untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui penyelenggaraan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di halaman Pendopo Malowopati, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya Tanpa Perkawinan Anak” ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga strategi konkret mendorong pelaku usaha perempuan memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Berbagai pelaku UMKM perempuan ambil bagian dalam bazar tersebut, termasuk kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Pemkab Bojonegoro turut menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi aktif dengan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Salah satu pelaku UMKM, Nur, menyampaikan bahwa kegiatan bazar memberikan dampak positif terhadap pemasaran produknya. “Pemasaran sekarang sudah berkembang, selain di toko juga kirim ke Jakarta dan Bandung lewat paket. Kegiatan bazar seperti ini membantu produk kami semakin dikenal,” ujarnya sebagaimana diberitakan Serayunusantara, Rabu (22/04/2026).
Pelaku UMKM lainnya, Devi, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengembangkan usaha kue kering dengan produk unggulan nastar yang telah menembus pasar internasional. “Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan,” kata Devi.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini turut membawa pesan sosial terkait pencegahan perkawinan anak. Melalui penguatan ekonomi, perempuan didorong memiliki kemandirian finansial sehingga dapat menentukan masa depan secara lebih luas dan mandiri.
Pemkab Bojonegoro menilai pengembangan UMKM perempuan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan berkelanjutan dalam bentuk promosi, akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat peningkatan daya saing produk lokal hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, UMKM perempuan di Bojonegoro diharapkan terus berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
