Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Investasi AI Tekan Pasar

0
164268863p
NEW YORK — Pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan Jumat (23/10/2026) dengan penurunan pada sebagian besar indeks, di mana pelaku pasar mengalihkan fokus menuju laporan kinerja perusahaan serta kebijakan suku bunga Dewan Gubernur Sistem Cadangan Federal (The Fed), sebagaimana diwartakan Kontan, Sabtu, (24/10/2026).
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 652,82 poin atau 1,23% ke level 52.215,16. S&P 500 melemah 39,75 poin atau 0,52% menjadi 7.623,68, dan Nasdaq Composite turun 53,52 poin atau 0,21% ke posisi 25.955,34. Penurunan ini terjadi sehari setelah Nasdaq mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Juni, didorong kekhawatiran bahwa biaya pendanaan untuk investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat lebih tinggi dari perkiraan.
“Masih ada dampak lanjutan dari keraguan terhadap tren investasi AI. Tentu ada kemungkinan bahwa investasi untuk pembangunan pusat data AI tahun depan akan lebih rendah daripada yang telah diproyeksikan. Jadi, menurut saya, hal inilah yang membuat pasar bersikap lebih hati-hati,” ujar Kristina Hooper, kepala strategi pasar di Man Group.
Sektor telekomunikasi menjadi penekan terberat: saham AT&T dan T-Mobile masing-masing anjlok hampir 8%, Verizon turun 1,2%. Sebaliknya, saham pengelola menara seluler justru naik — Crown Castle naik 9% dan American Tower naik 4% — menyusul kabar bahwa SpaceX mencari ribuan lokasi menara untuk jaringan nirkabel baru. Saham SpaceX sendiri naik 1,9%.
Sektor energi mencatatkan kinerja terbaik, menguat 2,5% dan menyentuh rekor tertinggi, didorong kenaikan harga minyak mentah Brent yang menyentuh titik tertinggi sejak akhir April. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Saham SLB naik 7% setelah laba kuartalnya melampaui ekspektasi pasar.
Sementara itu, saham American Express turun 3,7% meskipun perusahaan menaikkan proyeksi laba; pengumuman rencana pemangkasan 5% tenaga kerja menjadi perhatian pelaku pasar.
Pada pekan depan, sepertiga perusahaan dalam S&P 500 akan merilis laporan kinerja, termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Pertemuan kebijakan suku bunga The Fed pada Rabu menjadi sorotan utama; bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga, namun petunjuk arah kebijakan untuk bulan Desember akan dicermati saksama. Pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November juga menjadi perhatian pasar. []
Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *