Wisuda Unismuh Buka Rezeki Pedagang Buket, Amel Raup Jutaan Rupiah

0
Screenshot 2026-10-20 171115

MAKASSAR – Kegiatan wisuda perguruan tinggi tak hanya menjadi momentum kelulusan mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, pedagang buket bunga dan cendera mata memanfaatkan kehadiran wisudawan beserta keluarga untuk meningkatkan penjualan selama Wisuda Ke-89 pada 20–21 Oktober 2026.

Salah satu pedagang yang menggantungkan penghasilan pada kegiatan tersebut ialah Amel, 32 tahun, pemilik usaha buket dan pernak-pernik Kamilian Florin. Sejak 2018, ia rutin mendatangi berbagai perguruan tinggi untuk menjajakan produknya setiap kali prosesi kelulusan digelar.

“Saya jualannya dari 2018, jadi setiap ada wisuda saya pasti ada di event itu,” kata Amel ketika ditemui di sekitar Kampus Unismuh Makassar, sebagaimana diberitakan Unismuh, Selasa (20/10/2026).

Bagi Amel, jadwal wisuda menjadi kesempatan untuk memperoleh penghasilan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan hari biasa. Permintaan bunga dan hadiah kelulusan dari mahasiswa maupun keluarga menjadi peluang yang berusaha dimanfaatkannya.

“Paling rendah kita dapatnya 5 juta,” ujarnya.

Amel tidak merinci apakah nominal Rp5 juta tersebut merupakan omzet atau keuntungan bersih. Namun, ia menyebut kegiatan wisuda sebagai salah satu kesempatan berdagang yang rutin dinantikannya.

Untuk memperluas peluang penjualan, Amel tidak hanya berjualan di Makassar. Ia juga mengikuti kegiatan wisuda di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Strategi tersebut membuatnya dapat menjangkau calon pembeli secara langsung di lokasi perayaan kelulusan.

Ia mengaku lebih nyaman berjualan secara langsung karena pembeli dapat melihat produk sebelum membeli sekaligus melakukan tawar-menawar harga.

“Kita lebih senang secara jualan di lapangan karena kita sama pembeli bisa tawar-menawar,” katanya.

Meski menawarkan peluang ekonomi, kegiatan berdagang di sekitar kampus juga memiliki tantangan. Amel mengatakan, keterbatasan tempat menjadi salah satu kendala ketika kuota stan resmi di dalam kawasan acara telah habis. Sebagian pedagang kemudian memilih membuka lapak di luar area kampus.

Ia juga mengaku pernah menghadapi penertiban petugas keamanan ketika berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Karena itu, pedagang perlu menyesuaikan lokasi usaha dengan pengaturan dan ketentuan yang berlaku agar aktivitas perdagangan tetap tertib.

Penghasilan dari berjualan buket bukan sekadar pemasukan tambahan bagi Amel. Ia mengatakan pendapatan tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya. Pengalaman berdagang selama delapan tahun membuatnya terus mencari peluang dari agenda kelulusan berbagai perguruan tinggi.

Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar dijadwalkan diikuti 1.598 lulusan selama dua hari, 20–21 Oktober 2026. Kehadiran mahasiswa dan keluarga dalam kegiatan tersebut turut membuka pasar bagi pedagang bunga, buket, dan berbagai hadiah kelulusan.

Amel berharap Unismuh terus berkembang dan kegiatan kampus dapat memberi kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar. Bagi pedagang kecil seperti dirinya, keramaian wisuda menjadi peluang untuk mempertahankan usaha, memenuhi kebutuhan keluarga, dan membiayai pendidikan anak-anaknya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *