World Contraception Day 2026, Pemkab Kukar Perkuat Edukasi dan Layanan KB

Kegiatan Peringatan World Contraception Day 2026 di Puskesmas Rapak Mahang, Tenggarong, Jumat (02/10/2026).

Pemkab Kukar memperkuat edukasi kontrasepsi dan pelayanan KB gratis dengan target 2.596 pelayanan sepanjang tahun untuk mendukung pembentukan keluarga berkualitas.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) dengan menyediakan layanan kontrasepsi gratis dan memperkuat edukasi perencanaan keluarga. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar menargetkan 2.596 pelayanan KB sepanjang 2026.

Penguatan layanan tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi dan pelayanan KB gratis dalam rangka memperingati World Contraception Day 2026 di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rapak Mahang, Tenggarong, Jumat (02/10/2026).

Kegiatan dibuka mewakili Bupati Kukar oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten, Martina Yulianti, didampingi Kepala DP2KB Kukar Maman Setiawan dan jajaran Puskesmas Rapak Mahang.

Martina mengatakan program KB tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi maupun pengaturan kelahiran. Program tersebut juga menjadi bagian dari perencanaan kehidupan keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pengaturan jarak kehamilan, hingga perencanaan jumlah anak.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai berbagai pilihan kontrasepsi. Dengan informasi tersebut, pasangan dapat menentukan metode yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan melalui konsultasi bersama tenaga kesehatan,” ucap Yulianti.

Peringatan World Contraception Day yang diperingati setiap 26 September menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap berbagai pilihan kontrasepsi.

Kepala DP2KB Kukar Maman Setiawan mengatakan orientasi utama program KB adalah membentuk keluarga berkualitas. Menurutnya, perencanaan keluarga dapat dimulai bahkan sebelum seseorang memasuki kehidupan pernikahan.

“Intinya begini, program ini tujuannya satu, yaitu mewujudkan keluarga yang berkualitas. Itu bisa dimulai dari sisi ibu, bapak, maupun sebelum menikah,” kata Maman.

DP2KB Kukar, lanjut Maman, menargetkan 2.596 pelayanan KB dalam satu tahun. Target tersebut mencakup sejumlah metode kontrasepsi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Program KB juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Namun, Maman menjelaskan penanganan stunting secara teknis berada di bawah Dinas Kesehatan, sedangkan DP2KB Kukar berperan antara lain dalam menyediakan data keluarga yang memiliki risiko stunting.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rapak Mahang Siti Aminah mengatakan kegiatan tersebut menyasar sekitar 100 peserta dan mencakup sosialisasi, edukasi, serta pelayanan KB secara gratis.

Pelayanan dimulai sejak pukul 07.45 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan fokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), terutama intrauterine device (IUD) dan implan.

“KB itu tidak semata-mata menjadi akseptor. Bagaimana keluarga merencanakan, mengatur jarak kehamilan, merencanakan jumlah anak dan sebagainya,” ucap Siti.

Melalui perluasan edukasi dan pelayanan kontrasepsi, Pemkab Kukar berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi yang benar mengenai KB sekaligus memiliki akses terhadap metode kontrasepsi yang sesuai. Upaya tersebut diharapkan mendukung keluarga dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga secara berkelanjutan. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *