3 Hari Paras Fest, Omzet UMKM Nunukan Tembus Rp346,7 Juta
NUNUKAN – Paras Fest 2026 mulai menunjukkan dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan. Dalam tiga hari pelaksanaan, omzet sementara UMKM yang berhasil terdata mencapai Rp346.789.000, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena belum seluruh pelaku usaha tercatat.
Capaian itu dihimpun sejak pembukaan Paras Fest pada Jumat (02/10/2026) hingga hari ketiga pelaksanaan, Minggu (04/10/2026). Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan Nunukan.
Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan Mardiana mengatakan, omzet UMKM menunjukkan nilai transaksi yang cukup besar selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Pada malam pembukaan omzetnya Rp133.825.000, kemudian hari kedua Rp112.208.000 dan hari ketiga Rp100.756.000. Total sementara selama tiga hari sebesar Rp346.789.000,” ujar Mardiana, Senin (05/10/2026), sebagaimana diberitakan Simp4tik, Senin (05/10/2026).
Jika dirinci, malam pembukaan menjadi periode dengan omzet tertinggi, yakni Rp133.825.000. Nilai tersebut kemudian mencapai Rp112.208.000 pada hari kedua dan Rp100.756.000 pada hari ketiga.
Meski demikian, angka Rp346.789.000 belum menggambarkan keseluruhan perputaran uang dari aktivitas usaha selama Paras Fest. Pemerintah Kabupaten Nunukan masih menemukan pelaku UMKM yang belum menyampaikan data penjualan.
“Ini masih data sementara karena masih ada beberapa UMKM yang belum terinput,” jelasnya.
Pendataan juga belum mencakup seluruh pelaku usaha yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Omzet Pampe serta sejumlah UMKM yang beraktivitas di luar kawasan Paras dan RTP juga belum masuk dalam penghitungan sementara tersebut.
Kondisi itu membuat potensi nilai transaksi selama festival masih dapat meningkat seiring dilakukannya pendataan tambahan. Bagi pelaku UMKM, keramaian kegiatan daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Mardiana mengatakan Paras Fest menjadi salah satu bentuk fasilitasi Pemkab Nunukan untuk membuka akses pemasaran bagi pelaku UMKM. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar dinilai turut menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Pengunjung festival juga tidak hanya berasal dari Pulau Nunukan. Masyarakat dari wilayah lain, termasuk Pulau Sebatik, turut datang mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan Pemkab Nunukan.
“Kami mengajak warga jangan sampai ketinggalan momen yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan memperhatikan jadwal event-event yang sudah disiapkan,” ajaknya.
Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, Mardiana juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga ketertiban selama festival. Masyarakat diminta mengikuti pengaturan parkir dan menempatkan kendaraan di lokasi yang telah ditentukan.
Paras Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 17 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Dengan waktu pelaksanaan yang masih panjang, peluang peningkatan transaksi UMKM terbuka seiring berlanjutnya kegiatan dan bertambahnya jumlah pengunjung. []
Redaksi01
