33 Koperasi Merah Putih Balikpapan Catat Omzet Rp1,6 Miliar

BALIKPAPAN – Jaringan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), mulai diproyeksikan menjadi pemasok bahan pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan peran koperasi tersebut dilakukan seiring capaian omzet gabungan yang diklaim mencapai Rp1,6 miliar dari 33 koperasi aktif selama periode Januari-April 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan mencatat sebanyak 33 dari total 34 KKMP telah beroperasi. Satu koperasi lainnya masih menghadapi kendala pada aspek kepengurusan sehingga belum berjalan optimal.

Kepala Dinas (Kadis) DKUMKMP Balikpapan Heruressandy Setya Kusuma mengatakan koperasi yang telah aktif beroperasi memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha yang dijalankan.

“Ada 33 koperasi yang aktif beroperasi, sementara satu unit ada kendala di pengurusnya. Sejumlah gerai tersebut menyumbang capaian omzet sekitar Rp 1,6 miliar hingga April 2026,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Kamis, (13/08/2026).

Menurut Heruressandy, terdapat dua KKMP yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yakni KKMP Manggar dan KKMP Graha Indah. Keduanya menjalankan berbagai jenis usaha dan melibatkan banyak pengurus dalam aktivitas operasional koperasi.

“Salah satunya KKMP Manggar yang omzetnya sudah mencapai Rp 500 juta per Juli 2026. Kemudian KKMP Graha Indah mampu menyerap hasil panen telur lokal,” kata Heru.

Selain mendorong aktivitas ekonomi di tingkat kelurahan, koperasi tersebut juga berperan dalam distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Produk yang paling banyak diminati saat ini adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), disusul sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari lainnya.

“KKMP di Kota Balikpapan berfokus pada penyediaan komoditi bahan pokok penting atau sembako seperti beras SPHP, beras premium, gula pasir, minyak goreng, air mineral. Kami juga menggandeng mitra seperti Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung, ID Food dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog),” ulasnya.

Pemkot Balikpapan kini telah memastikan seluruh kelurahan memiliki KKMP. Dengan target pembentukan yang telah tercapai, perhatian pemerintah selanjutnya diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, pengembangan jaringan distribusi, serta peningkatan keberlanjutan koperasi yang telah terbentuk.

“Fokus utama KKMP masih berada pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama barang-barang yang berkaitan dengan program pemerintah,” imbuhnya.

Dalam jangka panjang, jaringan KKMP juga dirancang menjadi penghubung perdagangan antardaerah. Koperasi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan komoditas tertentu sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal maupun regional.

Heruressandy menambahkan bahwa koperasi memiliki peluang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG. Melalui skema tersebut, kebutuhan bahan pangan bagi dapur penyedia makanan bergizi dapat dipenuhi langsung melalui koperasi atau pemasok khusus tanpa mengurangi stok yang tersedia di pasar umum.

“Sehingga pasokan untuk dapur dalam program MBG tidak mengambil stok di pasar masyarakat umum, melainkan diambil dari supplier khusus atau Koperasi Merah Putih ini,” pungkasnya.

Dengan jaringan yang telah tersebar di seluruh kelurahan, KKMP di Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi sembako, tetapi juga berkembang menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, penyerap hasil produksi lokal, dan penopang ketahanan pangan daerah melalui dukungan terhadap berbagai program pemerintah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *