DPRD Kaltim Bersama Gerindra Gelar Turnamen Catur Terbuka
ADVERTORIAL – Turnamen catur terbuka yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Partai Gerindra tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan literasi berpikir strategis di kalangan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerindra Kaltim pada Rabu (20/08/2025) tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Selain berorientasi pada hasil pertandingan, turnamen ini diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, konsentrasi, serta pengambilan keputusan yang terukur melalui olahraga catur.
Dalam pelaksanaannya, DPRD Kaltim memandang catur sebagai media edukatif yang mampu melatih ketahanan mental dan disiplin individu. Melalui pendekatan ini, olahraga tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas intelektual masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan analitis dan daya saing tinggi. Ia menekankan bahwa turnamen semacam ini perlu diarahkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu membuka ruang interaksi lintas komunitas, sehingga memperkuat jejaring sosial antarpecatur maupun masyarakat umum. Interaksi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat terhadap olahraga berbasis strategi.
DPRD Kaltim bersama penyelenggara juga menilai pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kegiatan serupa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Turnamen catur dipandang sebagai salah satu instrumen yang efektif untuk menjangkau berbagai kalangan tanpa hambatan biaya maupun akses.
Dengan pendekatan tersebut, penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sosial dan intelektual yang dapat berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.[]
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum
