UMKM Kopi Kojal Harumkan Kalbar di World of Coffee Bangkok 2026

BANGKOK – Kopi Liberika asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil menarik perhatian pasar internasional setelah mencatat potensi transaksi hingga Rp1,7 miliar per tahun pada ajang World of Coffee Bangkok 2026 di BITEC Bangkok, Thailand, 7–9 Mei 2026. Produk kopi binaan Bank Indonesia melalui UMKM Kopi Kojal itu bahkan dipasarkan dengan harga mencapai 35 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp595 ribu per kilogram untuk kategori Grade 1 Premium.

Keberhasilan tersebut menjadikan UMKM Kopi Kojal sebagai salah satu perwakilan Indonesia yang menonjol dalam pameran kopi terbesar di Asia. Kopi Liberika Kayong Utara mendapat perhatian luas dari pembeli mancanegara maupun pelaku industri kopi nasional karena karakter rasa yang dinilai unik dan berkualitas tinggi.

Owner UMKM Kopi Kojal, Gusti Iwan Darmawan, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil pengembangan metode pascapanen kopi Liberika yang dilakukan sejak 2019.

“Kopi Liberika Kayong Utara mendapat respon luar biasa selama pameran. Bahkan menjadi salah satu primadona di World of Coffee Bangkok 2026,” ujarnya, sebagaimana dilansir Pontianak News, Selasa (12/05/2026).

Selain menarik perhatian pengunjung pameran, UMKM Kopi Kojal juga memperoleh Letter of Intent (LoI) dari sejumlah pembeli luar negeri seperti Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia. Minat kerja sama juga datang dari pembeli dalam negeri, di antaranya Anomali Coffee, Tanamera Coffee, Espresso Embassy Coffee Roaster, dan Akasa Coffee Bali.

Dari hasil penjajakan bisnis tersebut, potensi transaksi diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 ton kopi per tahun dengan nilai sekitar 84.875 dolar AS atau setara Rp1,4 miliar hingga Rp1,7 miliar per tahun.

Prestasi UMKM Kopi Kojal juga diperkuat dengan capaian nilai cupping tertinggi dalam program kurasi kopi binaan Bank Indonesia tahun 2026. Kopi Liberika Kayong Utara memperoleh skor 85,58 dengan karakter rasa frizzy, grape, dan mollase, sekaligus mempertahankan posisinya dalam jajaran Top 20 Kopi Terbaik Indonesia.

Apresiasi turut datang dari negara penghasil kopi Liberika seperti Malaysia dan Filipina. Mereka menilai cita rasa kopi Liberika asal Kayong Utara memiliki karakter lebih unik dan menyenangkan dibandingkan kopi Liberika dari negara lain.

Bahkan, salah seorang pengunjung asal Filipina disebut tertarik mengundang UMKM Kopi Kojal untuk berbagi pengetahuan mengenai metode pascapanen kopi Liberika.

Saat ini, lahan kopi Liberika binaan UMKM Kopi Kojal di Kayong Utara tersisa sekitar tujuh hektare dengan kapasitas produksi sekitar 14,7 ton per tahun. Namun, setelah melalui proses penyortiran ketat, hanya sekitar 4,41 ton yang masuk kategori Grade 1 Premium.

Meski menghadapi keterbatasan produksi, UMKM Kopi Kojal bersama kelompok tani di Kayong Utara dan Kabupaten Melawi tetap optimistis memperluas pasar ekspor sembari meningkatkan kualitas produksi kopi Liberika Kalbar untuk menghadapi seleksi kopi binaan Bank Indonesia tahun 2027. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *