Ledakan dan Pemadaman Listrik Warnai Dini Hari di Caracas
CARACAS — Situasi keamanan di Venezuela kembali menjadi sorotan internasional setelah rentetan ledakan mengguncang Caracas, ibu kota negara tersebut, pada Sabtu (03/01/2026) dini hari waktu setempat. Ledakan-ledakan yang belum diketahui penyebabnya itu memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang merasakan guncangan kuat di tengah malam.
Laporan tim CNN yang berada di Caracas menyebutkan bahwa ledakan pertama terdengar sekitar pukul 01.50 waktu setempat. Salah satu warga, Osmary Hernandez, yang juga merupakan koresponden CNN di Caracas, menggambarkan kuatnya getaran yang dirasakan. “Salah satunya sangat kuat, jendela saya bergetar akibat itu,” ucapnya.
Sejumlah area di ibu kota Venezuela dilaporkan mengalami pemadaman listrik tak lama setelah suara ledakan terdengar. Beberapa jurnalis CNN juga melaporkan mendengar suara pesawat di udara setelah rentetan dentuman tersebut, meski belum ada penjelasan resmi mengenai keterkaitan suara itu dengan peristiwa ledakan.
Hingga saat ini, otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait sumber atau penyebab ledakan. Rekaman video yang diperoleh dan diverifikasi CNN menunjukkan dua kepulan asap membubung ke langit malam Caracas, disertai kilatan cahaya berwarna oranye di dasar salah satu kepulan asap tersebut. Kilatan cahaya juga terlihat di beberapa lokasi lain, diikuti suara dentuman yang terdengar samar.
Media lokal Venezuela melaporkan bahwa suara ledakan tidak hanya terdengar di Caracas. Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital menyebutkan dentuman juga dirasakan di negara bagian La Guaira di utara Caracas, wilayah pesisir Venezuela, serta di Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda. Laporan jurnalis AFP menyatakan bahwa suara ledakan masih terdengar hingga sekitar pukul 02.15 dini hari, meski lokasi pastinya belum dapat dipastikan. Sementara itu, Al Arabiya melaporkan sedikitnya tujuh ledakan terdengar di wilayah Caracas.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump diketahui telah mengerahkan pasukan Angkatan Laut AS ke kawasan Karibia dan sebelumnya membahas kemungkinan serangan darat terhadap Venezuela. Pada Senin (29/12/2025), Trump menyatakan bahwa AS telah menyerang dan menghancurkan area dermaga yang diduga digunakan kapal-kapal penyelundup narkoba asal Venezuela.
Trump tidak menjelaskan secara rinci apakah serangan tersebut merupakan operasi militer atau operasi intelijen. Serangan itu disebut terjadi di “sepanjang pantai” dan berpotensi menjadi salah satu serangan darat pertama AS yang diketahui di wilayah Venezuela. Presiden Venezuela Nicolas Maduro belum memberikan konfirmasi atau bantahan resmi atas klaim tersebut. Namun, pada Kamis (01/01/2025), Maduro menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS setelah menghadapi tekanan militer selama beberapa pekan terakhir.
Pemerintah AS menuding Maduro memimpin kartel narkoba internasional, tuduhan yang dibantah keras oleh Caracas. Sebaliknya, Maduro menuduh Washington berupaya menggulingkan pemerintahannya demi menguasai cadangan minyak Venezuela, yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. []
Siti Sholehah.
