Dari AI hingga Lingkungan, Agenda Besar Kazakhstan 2026
JAKARTA – Pemerintah Kazakhstan menatap tahun 2026 dengan agenda besar yang menempatkan transformasi digital, kecerdasan buatan, dan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama pembangunan nasional. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menegaskan bahwa langkah-langkah strategis yang ditempuh negaranya bukan sekadar modernisasi, melainkan upaya memastikan daya saing dan keberlanjutan bangsa di tengah perubahan global yang cepat.
Dalam pemaparannya, Tokayev menyebutkan bahwa fondasi ekonomi Kazakhstan menunjukkan performa positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat melampaui enam persen, dengan nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai USD 300 juta dan PDB per kapita menembus USD 15 ribu. Capaian tersebut menjadi indikator penting stabilitas ekonomi kawasan Asia Tengah.
“Angka-angka ini merupakan rekor tidak hanya bagi negara kita, tetapi juga bagi seluruh kawasan. Ada alasan untuk puas, tetapi saya terus mendorong semua pegawai negeri untuk tidak lengah atau berpuas diri,” kata Tokayev.
Meski mencatatkan pertumbuhan signifikan, Tokayev menekankan bahwa keberhasilan ekonomi harus diiringi dengan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi. Oleh karena itu, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ditempatkan sebagai prioritas nasional. Presiden Kazakhstan menilai transformasi digital sebagai syarat mutlak bagi kelangsungan negara di era modern.
“Kazakhstan harus menjadi kekuatan digital. Ini adalah masalah kelangsungan hidup kita sebagai bangsa yang beradab di era teknologi baru,” katanya.
Langkah konkret telah ditempuh pemerintah Kazakhstan untuk mendukung visi tersebut. Saat ini, lebih dari dua ribu perusahaan digital beroperasi di Astana. Nilai ekspor layanan teknologi informasi pada 2025 mencapai USD 1 miliar, menandakan pertumbuhan sektor digital yang pesat.
“Zona CryptoCity untuk aset digital sedang dibentuk. Pembangunan kota pengembangan percepatan Alatau telah dimulai,” katanya.
Dalam mendukung ekosistem AI, Kazakhstan membentuk Dewan Pengembangan Kecerdasan Buatan yang mulai beroperasi sejak Mei 2025. Regulasi juga diperkuat dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kecerdasan Buatan pada November tahun yang sama.
“Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital telah dibentuk. Dua superkomputer – Alem.Cloud dan Al-Farabium – telah diluncurkan di Kazakhstan,” jelas Tokayev.
Pemerintah pun menetapkan 2026 sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan. Program pendidikan turut menjadi perhatian, dengan lebih dari 650 ribu siswa telah menyelesaikan pelatihan AI-Sana. Selain itu, Kazakhstan berencana mendirikan perguruan tinggi khusus yang berfokus pada riset kecerdasan buatan guna mencetak sumber daya manusia unggul.
Di luar agenda teknologi, Tokayev menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Ia menilai upaya ini harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan membangun budaya integritas sejak dini.
“Budaya ‘toleransi nol’ terhadap korupsi harus ditanamkan sejak dini, melalui sekolah, organisasi non-pemerintah, dan keluarga,” katanya.
Tokayev juga kembali menegaskan makna strategis penetapan 2026 sebagai tahun transformasi digital nasional.
“Saya telah mendeklarasikan tahun ini sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan. Ini merupakan peluang historis bagi negara kita. Transformasi digital dan penerapan kecerdasan buatan membuka prospek baru bagi perkembangan ekonomi dan banyak bidang kehidupan lainnya, mulai dari administrasi publik hingga pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Selain teknologi dan tata kelola pemerintahan, Tokayev tetap mengedepankan gerakan lingkungan nasional Taza Qazaqstan atau Kazakhstan Bersih. Ia memandang gerakan tersebut sebagai fondasi moral dan ideologis masyarakat.
“Saya memandang gerakan nasional ini sebagai upaya ideologis yang sangat penting, karena kebersihan memiliki makna yang dalam dan multifaset. Kebersihan adalah lawan kata dari ‘kerusakan’, baik dalam pikiran manusia maupun di lapangan. Kebersihan harus menjadi landasan utama mentalitas nasional kita,” pungkas Tokayev. []
Siti Sholehah.
