BNM Yakin Ekonomi Malaysia Tetap Tangguh, Suku Bunga Ditahan di 2,75 Persen
KUALA LUMPUR – Prospek pertumbuhan ekonomi Malaysia pada 2026 tetap diperkirakan berada di kisaran 4 persen hingga 5 persen meski menghadapi ketidakpastian global. Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menopang laju ekonomi, Bank Negara Malaysia (BNM) memutuskan mempertahankan Overnight Policy Rate (OPR) atau suku bunga kebijakan semalam di level 2,75 persen dalam rapat kebijakan moneter yang digelar Kamis (09/07/2026).
Keputusan tersebut menandai enam kali berturut-turut BNM tidak mengubah suku bunga acuannya. Langkah itu juga sejalan dengan mayoritas proyeksi ekonom yang sebelumnya memperkirakan bank sentral Malaysia akan mempertahankan tingkat suku bunga di tengah inflasi yang masih terkendali.
“Fundamental ekonomi Malaysia yang kuat akan terus menopang ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal,” kata BNM dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Kontan, Kamis (09/07/2026), seraya mengatakan bahwa bank sentral Malaysia tersebut memperkirakan data akan menunjukkan pertumbuhan kuartal kedua yang tangguh karena permintaan domestik dan ekspor yang lebih kuat dari perkiraan.
BNM menyebut ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah serta penurunan produksi komoditas masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi prospek ekonomi. Namun, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap terjaga berkat dukungan kebijakan pemerintah, pertumbuhan lapangan kerja dan upah, serta aktivitas investasi yang terus berlangsung.
Pada kuartal pertama 2026, produk domestik bruto (PDB) Malaysia tumbuh 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut ditopang kuatnya permintaan domestik yang mampu mengimbangi dampak gejolak akibat konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, inflasi utama dan inflasi inti masing-masing rata-rata berada pada level 1,7 persen dan 2,1 persen selama lima bulan pertama 2026. BNM menilai kenaikan harga komoditas memang berpotensi memberikan tekanan terhadap harga, tetapi dampaknya diproyeksikan tetap terkendali.
“Pada tingkat suku bunga acuan (OPR) saat ini, Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) menganggap sikap kebijakan moneter sudah tepat dan konsisten dengan prospek stabilitas harga yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata BNM.
Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters juga memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga hingga akhir 2026. Hanya sebagian kecil responden yang memperkirakan OPR akan naik 25 basis poin menjadi 3,00 persen pada akhir tahun. Adapun perubahan terakhir kebijakan suku bunga BNM terjadi pada Juli 2025, ketika bank sentral tersebut menurunkan OPR. []
Redaksi01
