Trump Klaim Kuba Siap Buat Kesepakatan

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah Kuba tengah berupaya melakukan negosiasi dengan Washington. Pernyataan itu muncul setelah Trump sebelumnya memberi sinyal kemungkinan tindakan militer terhadap negara Karibia tersebut setelah konflik dengan Iran selesai.

Dalam sebuah acara bertajuk Shield of the Americas, Trump mengatakan bahwa Kuba kini berada dalam situasi sulit sehingga membuka peluang bagi tercapainya kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat. Ia juga menyebut bahwa pembicaraan sudah mulai dilakukan oleh pejabat kedua negara.

Trump menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio saat ini terlibat langsung dalam proses komunikasi dengan pemerintah Kuba. Ia optimistis negosiasi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan dalam waktu yang relatif singkat.

“Mereka ingin bernegosiasi, dan mereka sedang bernegosiasi dengan Marco (Rubio) dan saya, serta beberapa orang lain, dan saya yakin kesepakatan dengan Kuba akan tercapai dengan mudah,” kata Trump.

Sebelumnya, Trump sempat memperbarui ancamannya untuk menggulingkan pemerintahan Kuba. Ia mengisyaratkan bahwa langkah militer terhadap negara tersebut dapat dipertimbangkan setelah pemerintahannya menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara di Gedung Putih pada Kamis (05/03) dalam acara yang juga dihadiri tim sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025. Dalam kesempatan itu, Trump juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang dinilainya telah berperan aktif dalam kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba.

Trump menyebut berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintahannya untuk menekan pemerintah Kuba, termasuk pengetatan sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa,” ujar Trump.

Dalam pernyataan yang sama, Trump juga menyampaikan bahwa pemerintahannya saat ini masih fokus pada konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Namun, ia mengisyaratkan bahwa kebijakan terhadap Kuba dapat menjadi agenda berikutnya setelah situasi tersebut mereda.

“Kami pikir kami ingin menyelesaikan yang ini terlebih dahulu, tetapi itu hanya masalah waktu,” kata Trump di hadapan para hadirin yang sebagian besar berasal dari wilayah Miami dan komunitas keturunan Kuba.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri baru selain konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Hal ini juga menambah ketegangan dalam hubungan antara Washington dan Havana yang selama ini telah berlangsung lama.

Trump dan sejumlah sekutunya diketahui sering melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Kuba. Pemerintah Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan ekonomi melalui berbagai sanksi dengan tujuan mendorong perubahan politik di negara tersebut.

Isyarat mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Kuba muncul tidak lama setelah Trump membanggakan operasi militer Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran. Ia mengklaim bahwa kedua negara tersebut terus melancarkan serangan yang disebutnya berhasil melemahkan pihak lawan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat saat ini sedang berada dalam dinamika yang cukup kompleks, dengan berbagai isu geopolitik yang terjadi secara bersamaan di sejumlah kawasan dunia. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *