IRGC Serang Pangkalan AS dan Target Israel
JAKARTA – Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Serangan terbaru tersebut dilakukan menggunakan rudal generasi baru yang disebut menyasar berbagai target militer, termasuk pangkalan militer AS dan lokasi strategis di wilayah Israel.
Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer Iran yang dikenal sebagai Operasi Janji Sejati 4. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa fase terbaru dari operasi itu telah dimulai dan melibatkan peluncuran rudal dari sejumlah pangkalan militer Iran.
IRGC menyebut peluncuran rudal tersebut dilakukan secara terkoordinasi melalui jaringan pangkalan rudal yang saling terhubung. Mereka mengklaim operasi ini menjadi bukti bahwa kemampuan militer Iran masih kuat di tengah konflik yang berlangsung.
Menurut pernyataan IRGC, tahap sebelumnya dari operasi tersebut telah berhasil menggagalkan narasi yang menyebut kemampuan pertahanan Iran melemah akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam operasi tersebut, Iran menggunakan sejumlah sistem rudal canggih yang diklaim memiliki kemampuan serangan jarak jauh dan presisi tinggi. Beberapa rudal yang disebut digunakan dalam serangan itu antara lain Khorramshahr-4, Kheibar, serta Fattah.
Rudal-rudal tersebut dilaporkan diarahkan ke sejumlah target militer yang berada di wilayah yang berkaitan dengan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, IRGC juga mengumumkan peluncuran gelombang serangan terbaru yang disebut sebagai gelombang ke-23 dari Operasi Janji Sejati 4. Gelombang serangan ini dilakukan dengan mengerahkan rudal generasi baru yang dirancang untuk menyerang berbagai sasaran sekaligus.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (06/03/2026) waktu setempat, pihak IRGC menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari serangan gabungan yang melibatkan drone dan rudal.
“Dalam gelombang ini, rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru menargetkan sasaran di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut,” kata IRGC dalam pernyataannya.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan Timur Tengah. IRGC menyebut beberapa pangkalan yang menjadi sasaran serangan, termasuk pangkalan Sheikh Isa dan Juffair di Bahrain, Ali al-Salem di Kuwait, serta pangkalan al-Azraq di Yordania.
“Markas besar pasukan teroris AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq termasuk di antara target yang dihantam dalam gelombang ini,” bunyi pernyataan tersebut.
Selain menyasar pangkalan militer Amerika Serikat, Iran juga mengklaim bahwa sejumlah target di wilayah Israel ikut menjadi sasaran serangan rudal tersebut.
IRGC menyebut kota Be’er Sheva sebagai salah satu lokasi yang menjadi target operasi. Wilayah tersebut disebut memiliki sejumlah fasilitas penting, termasuk pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, serta pusat dukungan militer.
“Juga di wilayah penting dan sensitif Be’er Sheva di wilayah pendudukan, pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer termasuk di antara target,” kata IRGC.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar aksi militer yang terjadi sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik. []
Siti Sholehah.
