Lima Depot Minyak Iran Diserang Israel, Empat Pekerja Tewas
JAKARTA – Serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Iran kembali memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Lima fasilitas minyak yang berada di sekitar ibu kota Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada infrastruktur energi di wilayah tersebut.
Serangan yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat itu menargetkan depot minyak dan pusat distribusi bahan bakar yang berada di wilayah Teheran dan Provinsi Alborz. Informasi tersebut disampaikan oleh CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran.
“Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh,” kata CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, kepada televisi pemerintah Iran, dilansir AFP, Minggu (08/03/2026).
Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia. Para korban merupakan pekerja yang berada di lokasi saat serangan terjadi. Pihak perusahaan menyebut korban termasuk petugas operasional yang tengah menjalankan aktivitas distribusi bahan bakar.
“Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut,” ujar Veyskarami.
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan itu juga memicu kebakaran di beberapa titik fasilitas penyimpanan bahan bakar. Api sempat membesar dan memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat di berbagai sudut ibu kota Iran sepanjang malam.
Meski demikian, otoritas terkait menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran dan petugas darurat berhasil mengendalikan situasi sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar.
Veyskarami menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas energi memang mengalami kerusakan akibat serangan udara tersebut. Namun, pihaknya memastikan kondisi infrastruktur masih dapat ditangani.
Ia mengatakan fasilitas infrastruktur energi tersebut “mengalami kerusakan” tetapi “api berhasil dikendalikan”.
Pada pagi hari setelah serangan, warga Teheran dilaporkan masih dapat melihat kabut asap gelap yang menyelimuti langit kota. Beberapa warga juga mengaku mencium bau terbakar yang masih terasa di udara, menandakan dampak kebakaran belum sepenuhnya hilang.
Meski sejumlah depot minyak terdampak, pemerintah Iran berusaha menenangkan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar. Otoritas energi negara tersebut memastikan distribusi bensin tetap berjalan.
Veyskarami mengatakan depot minyak Iran memiliki “cadangan bensin yang cukup”.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas sejak serangan sebelumnya yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Diketahui, pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu konflik militer terbuka di kawasan tersebut.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta sejumlah kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Rangkaian serangan dan balasan ini memperlihatkan eskalasi konflik yang semakin luas. Para pengamat menilai, jika ketegangan terus meningkat tanpa upaya diplomasi, konflik tersebut berpotensi menyeret lebih banyak negara di kawasan ke dalam konfrontasi militer yang lebih besar. []
Siti Sholehah.
