Serangan Drone Picu Kebakaran Besar di Pelabuhan Oman
JAKARTA – Sebuah serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pelabuhan Salalah. Insiden tersebut menyebabkan ledakan pada tangki bahan bakar yang kemudian memicu kebakaran besar di area pelabuhan.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian setelah ledakan terjadi. Api yang muncul dari tangki bahan bakar tersebut dilaporkan cukup besar sehingga memicu respons cepat dari otoritas setempat.
Badan Pertahanan Sipil Oman segera mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk menangani insiden tersebut. Operasi pemadaman dilakukan guna mencegah api meluas ke fasilitas lain yang berada di kawasan pelabuhan.
“Operasi pemadaman kebakaran ini mungkin membutuhkan waktu,” tulis badan tersebut dikutip dari dari Reuters, Jumat (12/03/2026).
Serangan terhadap fasilitas energi di pelabuhan itu pertama kali dilaporkan oleh televisi pemerintah Oman pada Rabu. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sebuah drone menyerang tangki bahan bakar yang berada di kawasan pelabuhan strategis tersebut.
Menyusul kejadian tersebut, kantor berita resmi pemerintah Oman menyampaikan bahwa insiden itu tidak akan mengganggu kelangsungan pasokan minyak maupun produk turunan minyak bumi di negara tersebut. Pemerintah berupaya memastikan bahwa distribusi energi tetap berjalan normal meskipun terjadi gangguan di salah satu fasilitas penyimpanan.
Sementara itu, perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, mengonfirmasi bahwa fasilitas penyimpanan minyak yang menjadi sasaran serangan pada hari Rabu merupakan milik mereka. Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan tidak ada kapal dagang yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Situasi di pelabuhan juga berdampak pada aktivitas logistik dan pelayaran internasional. Perusahaan pelayaran global Maersk menyatakan bahwa seluruh operasional di Pelabuhan Salalah dihentikan sementara waktu hingga situasi dinyatakan aman.
Penghentian aktivitas tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan kapal serta awak yang berada di kawasan pelabuhan.
Insiden ini turut menjadi perhatian sejumlah pemimpin kawasan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan melakukan percakapan melalui sambungan telepon dengan Sultan Oman untuk membahas kejadian tersebut.
Dalam percakapan itu, Pezeshkian menyampaikan bahwa insiden yang terjadi di Pelabuhan Salalah akan diselidiki lebih lanjut. Pemerintah Iran disebut akan memantau perkembangan situasi serta mendukung upaya klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Berdasarkan transkrip percakapan yang dirilis kantor berita resmi Oman, Sultan Oman juga menyampaikan sikap tegas terhadap serangan tersebut. Ia menyatakan ketidakpuasan sekaligus mengecam serangan yang terjadi di wilayah negaranya.
Pelabuhan Salalah sendiri merupakan salah satu pelabuhan penting di kawasan Timur Tengah yang berperan dalam aktivitas perdagangan internasional dan distribusi energi. Gangguan di fasilitas pelabuhan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasokan regional, terutama yang berkaitan dengan distribusi bahan bakar.
Hingga kini otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Sementara itu, proses pemadaman dan pengamanan area pelabuhan terus dilakukan guna memastikan situasi dapat segera kembali normal. []
Siti Sholehah.
