Beras dan Cabai Kompak Naik, Beban Konsumen Meningkat

JAKARTA – Lonjakan harga beras di pasar tradisional pada Senin, 23 Maret 2026, terjadi merata di seluruh segmen kualitas, menandakan tekanan inflasi pangan yang semakin meluas menjelang periode Lebaran.

Berdasarkan data Panel Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, seluruh jenis beras mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Beras kualitas bawah I tercatat naik menjadi Rp17.550 per kilogram atau meningkat sekitar 21,45 persen, sementara kualitas bawah II mencapai Rp17.750 per kilogram dengan kenaikan 22,41 persen.

Pada kategori menengah, beras kualitas medium I berada di level Rp19.200 per kilogram atau naik 20,5 persen, sedangkan medium II mencapai Rp18.900 per kilogram dengan kenaikan 19,24 persen. Adapun beras premium juga menunjukkan tren serupa, dengan kualitas super I menyentuh Rp20.750 per kilogram atau naik 20,64 persen, dan super II sebesar Rp20.300 per kilogram atau meningkat 21,19 persen.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada beras, tetapi juga meluas ke berbagai komoditas pangan lainnya. Bawang merah ukuran sedang tercatat Rp68.400 per kilogram dan bawang putih Rp57.900 per kilogram.

Dari kelompok cabai, lonjakan harga terlihat lebih tajam. Cabai rawit merah bahkan menembus Rp131.000 per kilogram, diikuti cabai merah besar Rp91.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp83.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau berada di level Rp63.400 per kilogram.

Pada komoditas protein, harga daging ayam ras segar tercatat Rp50.200 per kilogram. Daging sapi kualitas I mencapai Rp168.650 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di Rp161.150 per kilogram, yang juga menunjukkan tren peningkatan.

Kenaikan harga turut terjadi pada bahan pokok lainnya, seperti gula pasir premium Rp26.500 per kilogram dan gula pasir lokal Rp21.800 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat Rp21.600 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing berada di Rp27.950 dan Rp25.600 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga meningkat menjadi Rp40.800 per kilogram.

Kondisi ini mencerminkan tekanan harga pangan yang terjadi secara luas di berbagai komoditas utama, sehingga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Dengan tren kenaikan yang merata, stabilisasi pasokan dan distribusi menjadi faktor kunci untuk meredam lonjakan harga dalam jangka pendek. []

Penulis: Eric Iskandarsjah Z | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *