Dua Raksasa Kosmetik Siap Bergabung, Saham Estée Lauder Malah Turun

JAKARTA – Rencana penjajakan merger antara dua perusahaan besar industri kecantikan global memicu perhatian pasar setelah saham Estée Lauder tercatat melemah, menyusul kabar potensi penggabungan dengan perusahaan asal Spanyol, Puig.

Informasi yang beredar menyebutkan nilai potensi merger tersebut dapat mencapai sekitar 40 miliar dolar Amerika Serikat (AS), yang berpeluang membentuk salah satu entitas terbesar di industri kosmetik dunia. Namun hingga kini, belum ada keputusan final terkait kesepakatan tersebut.

“Kecuali dan sampai perjanjian ditandatangani antara perusahaan, tidak ada jaminan mengenai kesepakatan atau persyaratannya,” kata pihak perusahaan, sebagaimana dilansir BBC, Rabu (25/03/2026).

Estée Lauder dikenal sebagai salah satu pemain utama di industri kecantikan global dengan portofolio merek seperti Clinique, Bobbi Brown, dan Tom Ford Beauty. Perusahaan ini didirikan pada 1946 di New York oleh Estée Lauder bersama Joseph, dan kini menjadi salah satu produsen kosmetik terbesar dunia.

Sementara itu, Puig yang berbasis di Barcelona merupakan perusahaan keluarga yang berdiri sejak 1914 dan mengelola sejumlah merek ternama seperti Rabanne, Jean Paul Gaultier, Carolina Herrera, hingga Dries Van Noten. Perusahaan ini memiliki jangkauan distribusi di lebih dari 150 negara dengan pendapatan mencapai lebih dari 5 miliar euro pada 2025.

Potensi merger ini muncul di tengah tekanan bisnis yang tengah dihadapi Estée Lauder, termasuk penurunan penjualan dan langkah efisiensi berupa pemutusan hubungan kerja dalam setahun terakhir. Kondisi tersebut turut memengaruhi respons pasar, yang tercermin dari penurunan harga saham perusahaan hampir 8 persen setelah kabar merger mencuat.

Jika terealisasi, penggabungan ini dinilai dapat memperkuat posisi kedua perusahaan dalam menghadapi persaingan global, sekaligus memperluas jangkauan pasar dan portofolio produk di sektor kecantikan premium.

Di sisi lain, analis menilai ketidakpastian kondisi ekonomi global serta dinamika industri menjadi faktor penting yang akan memengaruhi kelanjutan rencana merger tersebut ke depan. []

Penulis: Annisa ayu artanti | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *