Pemuda Indonesia-Rusia Bangun Jejaring Global di PERMIRA Winter Camp
26/03/2026
70 Pemuda Rusia dan Indonesa berkolaborai dalam Permira Winter Camp 2006
PERMIRA Winter Camp 3.0 menjadi wadah diplomasi budaya dan kolaborasi lintas negara bagi pemuda Indonesia dan Rusia.
SAINT PETERSBURG – Sekitar 70 mahasiswa dan pemuda dari Indonesia dan Rusia mengikuti kegiatan PERMIRA Winter Camp 3.0 yang berlangsung pada 20–22 Maret 2026 di Saint Petersburg dan Region Leningrad. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara sekaligus penguatan diplomasi budaya berbasis kepemudaan.
Program yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) Perwakilan Saint Petersburg tersebut mengusung tema “Pelajaran dari Generasi Masa Lalu” dengan fokus pada penguatan pemahaman budaya, bahasa, dan sejarah melalui pendekatan gamification edukatif.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow serta Komite Eksternal Pemerintah Kota Saint Petersburg. Selain peserta dari Indonesia dan Rusia, kegiatan ini juga diikuti perwakilan negara anggota ASEAN seperti Vietnam, Thailand, dan Myanmar.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Antonio Morato Tavares, menyampaikan apresiasi melalui sambutan video.
“Selamat kepada Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg) atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berpesan agar mahasiswa Indonesia di Rusia untuk terus mempelajari dan memahami kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Agar tercipta saling pengertian yang baik dan jejaring persahabatan,” tutur Duta Besar Tavares, Jumat (20/03/2026) yang lalu.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia, Sergey Tolchenov, juga menekankan pentingnya sejarah dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
“Sejarah kedua negara dan pengalaman dari generasi selanjutnya mengingatkan kita tentang nilai-nilai saling menghormati, dialog dan kerja sama antar masyarakat kita. Terutama kegiatan ini secara simbolik diadakan di St. Petersburg, dimana merupakan kota yang terkenal akan kualitas pendidikan dan kebudayaan Rusia. Terima kasih banyak atas inisiatif Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg),” ujar Duta Besar Tolchenov.
Rangkaian kegiatan dibuka di Russian Railway Museum, salah satu museum terbesar di Rusia dan Eropa. Para peserta mengikuti permainan petualangan edukatif yang dirancang untuk memperdalam pemahaman sejarah perkeretaapian Rusia.
Seluruh elemen permainan, seperti peta museum dan kuis, disusun oleh mahasiswa Indonesia di Saint Petersburg. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan tradisional Indonesia-Rusia serta ajang pertunjukan seni “PERMIRA’s Got Talent”.
Salah satu peserta asal Rusia, Elizaveta Shurina, mahasiswi MGIMO University, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi tim konsumsi yang masakannya tidak hanya makanan khas Indonesia tetapi juga makanan khas Rusia. Sangat terlihat bahwa kegiatan ini disiapkan dengan sepenuh hati. Bagi saya, mungkin karena sudah terbiasa, makanannya tidak terlalu pedas, saya bahkan cukup menikmatinya. Saya berterima kasih sekali kepada tim konsumsi. Saya tidak tahu apakah seluruh orang Indonesia mendapatkan kursus makanan sebelumnya, tetapi rasanya luar biasa! Pertemuan-pertemuan ini membuat hubungan peserta dari kedua negara semakin akrab, semoga persahabatan ini berlangsung lama dan memberikan pengaruh positif terhadap hubungan Indonesia dan Rusia.” , ujar Elizaveta Shurina, mahasiswi MGIMO University asal Rusia yang dinobatkan sebagai peserta terbaik asal Rusia dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) antara Indonesia dan Rusia, sekaligus memperluas jejaring diplomasi kepemudaan yang berkelanjutan di masa depan. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
