Harga Terjangkau, Majalengka Dilirik Jadi Kawasan Hunian Baru

JAKARTA – Kabupaten Majalengka dinilai semakin prospektif sebagai kawasan hunian terjangkau di Provinsi Jawa Barat (Jabar), seiring berkembangnya infrastruktur dan tersedianya berbagai pilihan rumah subsidi dengan harga mulai kisaran Rp150 juta.

Wilayah yang berada di timur Kota Bandung ini menawarkan kombinasi harga rumah yang relatif terjangkau dengan dukungan konektivitas dan potensi ekonomi. Secara geografis, Majalengka dikelilingi sejumlah daerah strategis seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, hingga Kota Tasikmalaya, sehingga dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan kawasan permukiman.

Konektivitas wilayah juga diperkuat dengan keberadaan Bandara Internasional Kertajati yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jabar. Infrastruktur ini dinilai meningkatkan aksesibilitas Majalengka ke berbagai kota besar di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terdapat sejumlah proyek rumah subsidi yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Informasi ini menunjukkan tingginya ketersediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah tersebut.

Beberapa proyek perumahan subsidi yang tersedia antara lain Alam Asri Majalengka di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong yang dikembangkan PT Mitra Bersama Abadi Properti dengan total 339 unit rumah. Setiap unit memiliki luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan 66 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Selain itu, Bumi Ligung Indah di Desa Buntu, Kecamatan Ligung yang dikembangkan PT Tanjung Jaya Medal menawarkan 279 unit rumah dengan spesifikasi bangunan 30 meter persegi di atas tanah 60 meter persegi.

Pilihan lainnya adalah Bumi Pesona Nirwana di Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel dengan 255 unit rumah, serta Taman Assalam Cikeusik di Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji yang menyediakan 244 unit dengan luas bangunan lebih besar, yakni 36 meter persegi.

Sementara itu, proyek Aksaland Majalengka di Desa Gandu, Kecamatan Dawuan menghadirkan 242 unit rumah subsidi dengan luas bangunan 33 meter persegi di atas lahan 66 meter persegi.

Keberagaman pilihan hunian ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang mencari rumah dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan dan penyangga kota besar. []

Penulis: Rizkie Fauzian | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *