Bank BJB Salurkan Rp700 Miliar untuk Bedah 35 Ribu Rumah di Jabar

BANDUNG – Penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencapai sekitar Rp700 miliar melalui Bank BJB, dengan sasaran perbaikan 35.000 unit rumah tidak layak huni di 27 kabupaten/kota.

Program ini menempatkan Bank BJB sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendistribusikan bantuan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, dengan nilai bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama antara Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jabar bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II.

Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB Nunung Suhartini menegaskan bahwa keterlibatan lembaganya bukan sekadar penyalur dana, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Program ini memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (30/03/2026).

Ia menambahkan, Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung program strategis pemerintah, khususnya di wilayah Jabar, termasuk dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat penerima bantuan.

“Dengan pengalaman tersebut, kami berkomitmen memastikan penyaluran dana dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran dana BSPS dilakukan melalui dua skema, yakni penarikan tunai untuk pembayaran upah tenaga kerja serta pemindahbukuan langsung ke penyedia material bangunan. Program ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Agustus 2026.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bank BJB menyediakan produk Tabungan BJB Tandamata Khusus bagi penerima bantuan. Fasilitas ini menawarkan kemudahan seperti bebas setoran awal, tanpa biaya administrasi, serta tanpa saldo mengendap, sehingga memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan.

Selain itu, jaringan layanan Bank BJB yang tersebar luas di wilayah Jabar dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan penyaluran bantuan dapat berjalan cepat dan merata hingga ke daerah.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan usaha terkait.

“Bank BJB siap untuk terus berkolaborasi dan berinovasi dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di sektor perumahan,” kata Nunung.

Melalui sinergi tersebut, program BSPS tidak hanya berfokus pada perbaikan hunian, tetapi juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *