Gen Z Surabaya Dapat Akses Hunian Murah, Ini Skemanya

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan skema kepemilikan rumah susun sederhana milik (Rusunami) khusus Generasi Z (Gen Z) sebagai upaya meningkatkan akses hunian bagi kelompok muda, terutama pasangan baru menikah dari kalangan warga kurang mampu.

Wali Kota (Wali Kota) Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, proyek tersebut akan dibangun di dua kawasan, yakni Tambak Wedi dan Rungkut, dengan konsep hunian vertikal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan keluarga muda.

“Kita membuatkan rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN-ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Rabu (01/04/2026).

Berbeda dari hunian serupa sebelumnya, Pemkot Surabaya merancang unit dengan dua kamar untuk mengakomodasi kebutuhan penghuni yang telah berkeluarga. Desain ini dinilai lebih relevan dibandingkan model lama yang hanya menyediakan satu kamar.

“Jadi rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya yang ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak, jadi unitnya itu minimal dua kamar,” sebut Cak Eri.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti lift juga akan disediakan, menyerupai konsep apartemen, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

“Harganya insyaallah di bawah Rp500 juta. Ada yang Rp100 juta, ada yang Rp200 juta, dan ini masih kita hitung. Kalau diperlukan, nanti kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” ungkapnya.

Eri menjelaskan, konsep Rusunami berbeda dengan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Pada Rusunami, unit dapat dimiliki oleh penghuni karena dibangun bersama pihak swasta, sementara Rusunawa dikelola Pemkot dengan sistem sewa.

“Setelah membeli dan yang merawat kan mereka (pemilik unit), kemudian bagaimana nanti mereka bersama menjaga dan merawat liftnya, di apartemen kan juga sama. Nah, kalau rusunawa kan yang membangun pemkot, yang menempati warga, yang memperbaiki pemkot,” jelasnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menilai, fokus pada Gen Z didasarkan pada proyeksi dominasi populasi generasi tersebut di Surabaya dalam beberapa tahun ke depan.

“Ketika yang hari ini ada (Gen Z) yang orang tuanya tinggal di rusunawa dan tidak bisa memiliki rumah, maka kami siapkan anak-anaknya yang kami kuliahkan sehingga bisa bekerja, mengubah nasib orang tuanya dan harapan kami bisa membeli rusunami ini. Sehingga mereka bisa mengubah kehidupannya,” harapnya.

Untuk memastikan tepat sasaran, Pemkot Surabaya akan menerapkan sejumlah persyaratan bagi calon pembeli, antara lain berstatus warga Surabaya, berasal dari keluarga kurang mampu, serta termasuk Gen Z yang baru menikah dan belum memiliki rumah.

“Karena nanti kita cek, dia termasuk warga kurang mampu atau tidak. Kemudian apakah dia termasuk Gen Z yang baru menikah dan memiliki rumah atau tidak? Jadi sejauh itu nanti yang akan kita lakukan,” tandasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya memperluas akses kepemilikan hunian, tetapi juga menjadi instrumen mobilitas sosial bagi generasi muda di Surabaya. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *