PAD Minim, Sinergi BUMD dan Bank Daerah Jadi Solusi

JAWA TENGAH – Optimalisasi peran bank daerah sebagai penggerak utama sinergi antar-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai krusial untuk meningkatkan kontribusi ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui penguatan pembiayaan sektor produktif seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) Sarif Abdillah menegaskan bahwa bank daerah memiliki posisi strategis karena umumnya menjadi BUMD paling sehat dibandingkan entitas lainnya. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi bank daerah untuk berperan sebagai penyokong sekaligus pembina bagi BUMD lain agar lebih efektif dan menghasilkan keuntungan.

“Karena itu, Bank daerah harus bisa menjadi penyokong dan pembina agar BUMD lain bisa lebih efektif dan menghasilkan keuntungan,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Viva, Sabtu, (04/04/2026).

Ia menilai, selama ini masih banyak BUMD yang belum menunjukkan kinerja optimal akibat belum memiliki fokus bisnis yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang terarah agar setiap BUMD mampu menentukan sektor usaha yang tepat dan berkelanjutan.

“Jangan sampai BUMD banyak, tapi tidak menghasilkan. Harus ada yang dibina agar bisa untung,” sebutnya.

Sarif juga menekankan pentingnya pemisahan orientasi BUMD antara fungsi pelayanan publik dan fungsi komersial. Dengan pemetaan tersebut, target kinerja dinilai akan lebih terukur dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

Selain itu, ia mendorong bank daerah untuk mengalihkan porsi pembiayaan dari sektor konsumtif ke sektor produktif. Menurutnya, saat ini penyaluran kredit masih didominasi oleh pembiayaan konsumtif, khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang relatif aman tetapi kurang mendorong pertumbuhan sektor riil.

“Market konsumtif itu sudah ada dan aman. Tinggal bagaimana meningkatkan kredit produktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan pembiayaan UMKM dapat dilakukan melalui kolaborasi antara bank daerah dan pemerintah daerah, termasuk melalui skema penempatan dana daerah yang disalurkan kembali sebagai kredit usaha. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan bantuan langsung karena tetap menjaga disiplin pengembalian.

“Melalui mekanisme perbankan, akan lebih efektif dibandingkan bantuan langsung, karena tetap menjaga disiplin pengembalian,” tandasnya.

Dengan sinergi yang kuat antar-BUMD dan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, diharapkan kontribusi sektor usaha daerah terhadap perekonomian semakin meningkat serta mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional. []

Penulis: Rizky Adam | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *