Terbatas Fasilitas, Siswa MI Alkausar Tetap Belajar di Bekas Pasar

Renovasi gedung sekolah memaksa siswa MI Alkausar di Kubar belajar di bekas pasar dengan keterbatasan fasilitas dan jam pelajaran.

KUTAI BARAT – Proses belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alkausar, Linggang Purwodadi, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tetap berlangsung meski harus berpindah ke gedung bekas pasar sejak Desember 2025 akibat renovasi total bangunan sekolah. Relokasi sementara ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pendidikan tidak terhenti di tengah keterbatasan fasilitas.

Kepala MI Alkausar Irzaa menjelaskan, pemindahan lokasi belajar merupakan langkah darurat agar aktivitas pendidikan tetap berjalan sambil menunggu rampungnya renovasi gedung sekolah lama.

“Ini kan sementara karena sekolah sebelumnya sedang direnovasi total, makanya kami harus mencari tempat terdekat agar belajar ini tetap berjalan,” ujarnya saat diwawancarai di Linggang Purwodadi, Kubar, Jumat (10/04/2026).

Ia menegaskan, keputusan tersebut tidak diambil sepihak, melainkan melalui musyawarah bersama wali murid dan tenaga pendidik.

“Keputusan ini diambil oleh semua pihak, kami sudah rembukan dari wali murid dan rekan-rekan guru,” jelasnya.

Gedung bekas pasar dipilih sebagai lokasi sementara karena dinilai paling memungkinkan dari segi akses dan jarak tempuh bagi siswa. Meski bukan fasilitas pendidikan, pihak sekolah memastikan kondisi bangunan masih memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.

“Alhamdulillah masih memenuhi standar aman dan nyaman untuk siswa-siswi,” tambah Irzaa.

Namun, keterbatasan ruang dan fasilitas berdampak pada efektivitas pembelajaran. Durasi jam pelajaran terpaksa dikurangi dari sebelumnya 35 jam menjadi 20 jam per pekan.

”Tidak efektif seperti sebelumnya, jadi siswa-siswi melakukan penyesuaian saja,” katanya.

Sejak relokasi, seluruh siswa dan tenaga pengajar tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal yang telah disesuaikan. Pihak sekolah menargetkan penggunaan gedung sementara ini berlangsung hingga Juli 2026, mengikuti progres renovasi yang sedang berjalan.

Irzaa berharap proses renovasi dapat selesai tepat waktu sehingga kegiatan belajar dapat kembali dilakukan di gedung sekolah lama dengan kondisi yang lebih baik. “Harapannya segera kembali ke sekolah lama pada waktunya agar bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tutupnya.

Relokasi ini mencerminkan komitmen pihak sekolah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di Kubar, meski harus menghadapi keterbatasan sarana selama masa renovasi. []

Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *