Satgas Saber Pangan Bali Sidak Pasar dan Distributor, Harga Bapokting Diawasi Ketat
DENPASAR – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, ritel modern, dan distributor pangan di sejumlah titik di Kota Denpasar, Rabu (27/05/2026), guna memastikan harga bahan pokok penting tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menjaga ketersediaan stok pangan di masyarakat.
Kegiatan pengawasan tersebut menyasar Pasar Kreneng, Supermarket Bintang Denpasar, hingga distributor Sari Limo. Sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok penting (bapokting) di Bali.
Tim gabungan Satgas Saber Pangan Bali terdiri atas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, serta Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bali. Tim mulai bergerak dari Kantor Ditreskrimsus Polda Bali sejak pukul 08.00 Wita menuju sejumlah lokasi pemantauan.
Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa perkembangan harga pangan yang dijual pedagang sekaligus melakukan penyesuaian harga pada 14 komoditas bapokting agar tetap sesuai ketentuan pemerintah. Selain itu, tim juga menelusuri rantai distribusi guna memastikan ketersediaan stok pangan di gudang distributor sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Petugas turut memberikan imbauan kepada pedagang dan pelaku usaha agar mematuhi aturan perdagangan serta menjual bapokting sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dipastikan akan ditindak secara bertahap, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Kegiatan pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui pengendalian harga pangan di pasar. Pemerintah berharap sinergi lintas instansi dalam Satgas Saber Pangan Bali mampu memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar, kualitas baik, dan pasokan yang mencukupi.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan sebagaimana dilansir Baliberkarya, Rabu (27/05/2026), sebagai respons cepat terhadap dinamika harga dan distribusi bapokting di wilayah Bali. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
