Panen Raya Semangka di Paser Dongkrak Ekonomi Desa, Petani Soroti Stabilitas Pasar
Panen raya semangka di Desa Tebru Paser Damai menghasilkan puluhan ton produksi dan mendorong perputaran ekonomi desa, meski petani masih menghadapi tantangan harga dan cuaca.
PASER – Panen raya semangka di Desa Tebru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong perputaran ekonomi desa dengan produksi mencapai puluhan ton dalam satu musim tanam serta distribusi ke sejumlah wilayah di Kaltim.
Berdasarkan hasil wawancara lapangan pada Minggu (19/04/2026), salah satu petani, Abdul Latif, mampu menghasilkan sekitar 28 ton semangka dari lahan seluas 2 hektare di RT 003. Hasil panen tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah seperti Tanah Grogot, Balikpapan, dan Samarinda.
Produktivitas tersebut menunjukkan kapasitas produksi petani lokal yang relatif tinggi dalam satu siklus tanam. Budidaya semangka di wilayah ini memerlukan waktu sekitar tiga bulan, meliputi satu bulan pengolahan lahan dan dua bulan masa tanam hingga panen.
“Harapannya harga tetap stabil sampai seluruh hasil panen terserap pasar,” ujar Abdul Latif saat ditemui di lokasi.
Di tengah tingginya produksi, petani menilai stabilitas harga di tingkat pengepul menjadi faktor kunci keberlanjutan usaha. Seluruh kebutuhan produksi, mulai dari bibit hingga pengolahan lahan, masih ditanggung secara mandiri oleh petani, sehingga fluktuasi harga berdampak langsung terhadap pendapatan.
Selain itu, faktor cuaca dan serangan hama turut memengaruhi hasil produksi. Cuaca panas dinilai mendukung pertumbuhan buah, sementara hujan ekstrem pada malam hari berisiko merusak tanaman. Serangan hama yang menyebabkan daun keriting juga memerlukan pengendalian intensif untuk menjaga kualitas hasil panen.
Aktivitas panen juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proses pemanenan hingga distribusi melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan warga desa.
Distribusi hasil panen ke berbagai wilayah di Kaltim menunjukkan jaringan pemasaran yang telah terbentuk. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyerapan hasil produksi di tengah meningkatnya volume panen.
Panen raya ini mempertegas potensi Kabupaten Paser sebagai salah satu sentra produksi semangka di Kaltim. Namun, keberlanjutan sektor ini tetap bergantung pada keseimbangan antara produktivitas, stabilitas harga, serta dukungan pasar yang konsisten.
Dengan kondisi tersebut, petani berharap momentum panen tidak hanya menghasilkan produksi tinggi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi pelaku usaha tani di tingkat desa. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
