Rusia menegaskan sanksi Barat tidak akan melemahkan perannya dalam pasar energi global, seiring kebijakan AS yang masih memberi kelonggaran ekspor minyak.
MOSKOW – Pemerintah Rusia melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa sanksi negara-negara Barat tidak akan mampu menyingkirkan Rusia dari peta perdagangan energi global, di tengah kebijakan Amerika Serikat (AS) yang kembali memperpanjang masa tenggang ekspor minyak Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Peskov saat merespons dinamika terbaru kebijakan sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia, yang hingga kini dinilai belum mampu mengurangi pengaruh negara tersebut di pasar energi internasional.
Menurut Peskov, besarnya cadangan energi Rusia menjadi faktor utama yang membuat negara itu tidak dapat diabaikan dalam perdagangan global. Ia menegaskan bahwa tekanan sanksi yang terus berlangsung tidak mengubah realitas bahwa minyak dan sumber daya energi Rusia tetap berperan penting dalam menjaga stabilitas pasar energi dunia.
“Volume minyak yang kami miliki sangat sulit untuk tidak dipertimbangkan atau diabaikan,” tegas Peskov sebagaimana dikutip dari RIA Novosti (20/04/2026).
Ia juga meyakini bahwa posisi Rusia sebagai salah satu kekuatan utama energi dunia tidak akan tergoyahkan oleh pembatasan yang diberlakukan negara-negara Barat. Kremlin menilai kekuatan sumber daya alam Rusia menjadi fondasi strategis yang sulit dilemahkan melalui kebijakan sanksi.
Pernyataan ini muncul seiring langkah Departemen Keuangan AS yang kembali memperpanjang izin khusus terkait penjualan minyak Rusia. Kebijakan tersebut memberikan kelonggaran bagi pengiriman minyak mentah Rusia yang telah berada di atas kapal sebelum 17 April, dengan batas waktu penyelesaian transaksi hingga 16 Mei.
Meski sektor energi Rusia masih berada di bawah tekanan sanksi, keputusan tersebut dinilai menunjukkan bahwa penghentian pasokan secara mendadak berpotensi mengguncang stabilitas pasar global.
Sebagai salah satu eksportir minyak dan gas terbesar di dunia, Rusia memiliki pengaruh signifikan terhadap keseimbangan harga dan pasokan energi internasional. Pemerintah Rusia secara konsisten menilai kebijakan sanksi terhadap sektor energinya sebagai langkah yang berisiko bagi semua pihak.
Kremlin juga menegaskan bahwa negara-negara yang menjatuhkan sanksi berpotensi merasakan dampak balik, terutama dalam bentuk lonjakan harga energi atau gangguan pasokan.
Pernyataan Peskov sekaligus menegaskan posisi energi sebagai instrumen strategis Rusia, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga geopolitik. Di tengah tekanan politik Barat, Rusia menilai dirinya tetap memegang peran penting dalam struktur energi global.
Bagi Kremlin, ketergantungan dunia terhadap cadangan energi Rusia merupakan realitas yang tidak dapat diubah oleh kebijakan sanksi apa pun. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum