Menteri UMKM: Soto Banjar Berpotensi Tembus Pasar Global
BANJARBARU – Pemerintah pusat mendorong penguatan kuliner khas daerah sebagai strategi memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seiring upaya Kota Banjarbaru (Banjarbaru), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi pusat gastronomi dunia dengan mengandalkan soto Banjar sebagai ikon utama.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Menteri UMKM), Maman Abdurrahman, saat menghadiri Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi di Banjarbaru, Senin. Ia menilai pengembangan identitas kuliner lokal dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM sektor kuliner.
βSoto banjar sebagai makanan khas Banjar memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,β kata Maman, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (21/04/2026).
Berdasarkan data Kementerian UMKM, Banjarbaru memiliki 42.114 unit usaha yang didominasi usaha mikro sebanyak 41.552 unit, diikuti 491 usaha kecil dan 71 usaha menengah. Selain itu, terdapat 1.073 pelaku UMKM dari kalangan disabilitas yang turut berkontribusi dalam perekonomian daerah.
Dalam mendukung pengembangan tersebut, pemerintah juga mendorong perluasan akses pasar serta pembiayaan melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas usaha berbasis kekhasan daerah, termasuk kuliner soto Banjar.
Maman menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan pembiayaan UMKM secara nasional sebesar Rp1.580 triliun dari total Rp8.149 triliun kredit perbankan guna mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan berupa maraknya produk impor ilegal yang berpotensi mengganggu pasar domestik.
“Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pengusaha UMKM Indonesia,β katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di Banjarbaru, untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar utama ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Upaya menjadikan Banjarbaru sebagai kota gastronomi dunia diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar global bagi pelaku UMKM kuliner. []
Penulis: Shofi Ayudiana | Penyunting: Redaksi01
