Tangsel Benahi Pasar Tradisional Demi Dongkrak PAD

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembenahan pengelolaan aset, dengan fokus awal pada sembilan pasar tradisional yang dinilai belum optimal.

Kebijakan ini disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian fiskal daerah, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui perbaikan tata kelola dan fasilitas pasar.

“Pasar harus kita benahi, baik dari sisi tata kelola maupun fasilitasnya. Dengan begitu, aktivitas ekonomi meningkat dan retribusi daerah juga ikut naik,” ucap Benyamin Davnie, sebagaimana dilansir Rri, Rabu (22/04/2026).

Adapun pasar yang menjadi prioritas penataan meliputi Pasar Jombang, Pasar Jengkol, Pasar Serpong, Pasar Ciputat, Pasar Cimanggis, Pasar Kita, dan Pasar Gintung. Pemkot Tangsel menilai pengelolaan pasar tersebut belum didukung sistem berbasis teknologi yang memadai, sehingga potensi pendapatan belum tergarap maksimal.

Selain sektor pasar, Pemkot Tangsel juga mengidentifikasi sejumlah aset daerah lain yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset.

“Aset kita banyak, tetapi belum memberikan manfaat maksimal bagi daerah. Ini harus kita ubah, kita benahi, dan kita optimalkan dengan baik,” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga menyoroti sektor pariwisata daerah yang dinilai memiliki potensi besar, namun belum dikelola secara optimal. Untuk itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pihak profesional guna meningkatkan nilai ekonomi aset tersebut.

Di sisi lain, upaya penertiban terhadap penguasaan aset tanpa hak turut menjadi perhatian. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel diminta bertindak tegas dalam menertibkan penggunaan aset daerah yang tidak sesuai ketentuan.

“Kalau memang harus ditertibkan, ya tertibkan. Jangan ragu, itu aset milik pemerintah daerah dan masyarakat Tangerang Selatan,” katanya.

Benyamin menegaskan bahwa percepatan penyelesaian persoalan aset harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek hukum maupun pengelolaan di lapangan, agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan.

“Ingat, optimalisasi aset daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian penting dari strategi meningkatkan kemandirian fiskal Kota Tangerang Selatan,” ucap wali kota.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap peningkatan kualitas pengelolaan aset dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah secara berkelanjutan. []

Penulis: Dendy Fachreinsyah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *