Muamalat DIN Catat Lonjakan Transaksi, QRIS dan Utilitas Mendominasi
JAKARTA – Lonjakan transaksi digital selama Ramadan dan Idulfitri 2026 mendorong Bank Muamalat Indonesia memperkuat layanan aplikasi mobile banking Muamalat DIN, seiring pergeseran perilaku nasabah ke transaksi non-tunai yang kian dominan.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menyebut momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, yang berimbas langsung pada kenaikan penggunaan layanan digital perbankan.
“Kami mengoptimalkan layanan Muamalat DIN dengan beragam fitur unggulan untuk transaksi berbagai kebutuhan dari mana saja dan kapan saja secara real-time,” kata Ricky sebagaimana diberitakan Kompas Tv, Selasa (28/04/2026).
Berdasarkan data internal, transaksi melalui Muamalat DIN didominasi layanan pembayaran utilitas, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta pengisian ulang dompet digital. Pembayaran utilitas seperti listrik, air, dan internet tercatat melonjak hingga 328 persen, didorong kemudahan akses melalui perangkat smartphone tanpa harus mengantre di kantor bank atau anjungan tunai mandiri (ATM).
Sementara itu, transaksi menggunakan QRIS meningkat 52 persen dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya, mencerminkan meluasnya adopsi sistem pembayaran berbasis kode QR di berbagai merchant. Adapun transaksi top up dompet digital turut mengalami kenaikan sekitar 4 persen, terutama karena kemudahan dan fleksibilitas saat digunakan selama periode mudik.
Ricky menambahkan, peningkatan literasi keuangan syariah turut berkontribusi terhadap perubahan preferensi nasabah yang kini lebih memilih metode cashless dalam bertransaksi.
“Sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing, Muamalat DIN kini menyediakan 315 fitur yang fokus pada aspek finansial, gaya hidup, dan spiritualitas,” ujarnya.
Selain itu, Bank Muamalat juga memperluas layanan dengan menghadirkan pengajuan pembiayaan Solusi Emas Hijrah secara daring melalui aplikasi tersebut. Inovasi ini diharapkan menjadi game changer dalam memperluas pasar pembiayaan emas syariah, khususnya di kalangan generasi muda.
Tren digitalisasi ini semakin menguat, tercermin dari lebih dari 92 persen transaksi nasabah yang kini dilakukan melalui kanal digital Bank Muamalat. Kondisi tersebut menunjukkan percepatan transformasi layanan perbankan syariah menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
“Kami ingin Muamalat DIN menjadi solusi lengkap, praktis, dan aman dalam memenuhi seluruh kebutuhan nasabah,” pungkasnya. []
Penulis: Muhamad Ibrahim | Penyunting: Redaksi01
