BTN Rekrut Business Development dan Partnership Officer, Ini Syaratnya
JAKARTA – Bank Tabungan Negara membuka peluang rekrutmen bagi profesional berpengalaman untuk memperkuat pengembangan bisnis segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan dua posisi strategis yang ditawarkan hingga 11 Mei 2026.
Informasi lowongan tersebut diumumkan melalui akun resmi media sosial perusahaan dan ditujukan bagi kandidat dengan pengalaman minimal lima tahun, khususnya di bidang bisnis perbankan UMKM. Rekrutmen ini difokuskan untuk mendukung ekspansi bisnis serta memperkuat strategi kemitraan dan pengembangan produk kredit.
Dua posisi yang dibuka meliputi Business Development dan Partnership Officer. Keduanya mensyaratkan pendidikan minimal strata satu (S1), pengalaman di sektor perbankan, serta kemampuan dalam pengembangan bisnis dan penguasaan perangkat kerja seperti Microsoft Office. Selain itu, kandidat diharapkan pernah menduduki jabatan minimal setara Assistant Manager serta bersedia ditempatkan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pada posisi Business Development, kandidat akan bertanggung jawab menyusun strategi penjualan produk perbankan UMKM, mengembangkan produk kredit berbasis riset pasar, hingga meningkatkan kapabilitas Relationship Manager melalui pelatihan dan sertifikasi. Selain itu, peran ini juga mencakup pengelolaan strategi branding dan marketing untuk mendukung akuisisi bisnis.
Sementara itu, posisi Partnership Officer berfokus pada pengelolaan kerja sama bisnis, mulai dari analisis kebutuhan mitra, pengembangan model kemitraan, hingga evaluasi kinerja kolaborasi. Posisi ini juga menuntut koordinasi lintas unit dalam penyusunan perjanjian sesuai prinsip good corporate governance.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi rekrutmen perusahaan dan dibuka pada periode 28 April hingga 11 Mei 2026, sebagaimana diberitakan Kompas Tv, Selasa (28/04/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bank Tabungan Negara dalam memperkuat lini bisnis UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan sektor tersebut melalui sumber daya manusia yang kompeten. []
Penulis: Ade Indra Kusuma | Penyunting: Redaksi01
