Kemendag Dorong UMKM Tembus Ritel Modern dan Pasar Global
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat strategi perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mendorong penetrasi ke ritel modern serta membuka peluang ekspor melalui kerja sama dagang internasional.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa langkah konkret tersebut telah terlihat pada UMKM Keripik Brownies Bron Chips asal Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang berhasil masuk ke jaringan ritel modern. “Selain mendorong ekspor, Kementerian Perdagangan juga berupaya memperluas distribusi produk UMKM ke ritel modern. Saat ini, Bron Chips telah berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret, sehingga produknya makin mudah dijangkau konsumen,” ujar Wamendag Roro saat kunjungan ke lokasi produksi, sebagaimana diberitakan Warta Ekonomi, Rabu, (29/04/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan usaha, proses produksi, serta kesiapan fasilitas UMKM dalam meningkatkan kapasitas bisnis. Keberhasilan masuk ke ritel modern dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Dalam konteks global, Wamendag Roro menambahkan pemerintah terus membuka akses pasar baru melalui berbagai perjanjian dagang dengan sejumlah negara dan kawasan, seperti Peru, Kanada, kawasan Eurasia, serta Uni Eropa. Upaya ini diharapkan menjadi landasan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan ekspor. “Kita harus terus membuka akses pasar baru agar pelaku usaha, termasuk UMKM, memiliki peluang yang lebih luas,” katanya.
Pendiri Bron Chips, Mega Siswindarto, menyatakan dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperluas pemasaran produk UMKM. “Kami berharap ke depan, makin banyak kerja sama dengan ritel modern lain, sehingga produk UMKM Bron Chips dapat tersebar lebih luas di berbagai daerah,” ungkap Mega.
Bron Chips juga tercatat pernah mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Kemendag, yakni program pendampingan terpadu bagi pelaku usaha berorientasi ekspor agar mampu menembus pasar internasional secara mandiri.
Sementara itu, anggota pendiri (co-founder) Bron Chips, Fikri Pratiwi, mengungkapkan bahwa ekspor produk telah dilakukan, namun masih terbatas dari sisi frekuensi dan volume. Hal ini mendorong kebutuhan akan dukungan berkelanjutan agar kapasitas ekspor dapat ditingkatkan secara signifikan.
Melalui sinergi antara perluasan pasar domestik dan penguatan akses ekspor, Kemendag berharap UMKM nasional mampu naik kelas dan menjadi pemain yang kompetitif di pasar global. []
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya | Penyunting: Redaksi01
