Jateng Padukan Investasi dan UMKM untuk Dongkrak Ekonomi 2026
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
SEMARANG – Pemerintah dan otoritas moneter di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggabungkan strategi investasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui dua agenda besar pada Mei 2026, yakni Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng menyelenggarakan CJIBF 2026 pada 11–12 Mei di Kota Semarang sebagai forum yang mempertemukan investor dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah. Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho mengatakan forum ini ditujukan untuk mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor strategis. “Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum ini berhasil mencatatkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp75,03 triliun. Tahun ini harapannya bisa lebih besar lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya, sebagaimana dilansir Suaramerdeka, Rabu, (29/04/2026).
CJIBF tahun ini mengusung tema Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth, dengan fokus pada penguatan investasi di sektor kawasan industri, manufaktur, energi baru terbarukan, pertanian modern, industri pengolahan, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan.
Di sisi lain, penguatan ekonomi kerakyatan dilakukan melalui UMKM Grande 2026 yang digelar pada 7–11 Mei di Atrium Mall Paragon Semarang. Kegiatan ini menjadi wadah promosi dan peningkatan kapasitas bagi sekitar 75 UMKM unggulan dari sektor fesyen, kriya, furnitur, serta makanan dan minuman olahan.
UMKM Grande mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia” dengan konsep empat pilar utama Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor. Berbagai program disiapkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, mulai dari business matching, literasi keuangan melalui program “AKU BISA SEJAHTERA”, hingga pelatihan tematik seperti Upcycle Charm, Integrated Farming, dan Coffee Talk.
Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai agenda pendukung seperti peragaan busana wastra nusantara, edukasi cinta rupiah, promosi pembayaran digital, serta kompetisi kreatif untuk mendorong inovasi produk UMKM.
Kombinasi antara CJIBF dan UMKM Grande dinilai menjadi pendekatan terintegrasi dalam menggerakkan ekonomi Jateng, dengan menyeimbangkan investasi berskala besar dan penguatan sektor UMKM. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. []
Penulis: Modesta Fiska | Penyunting: Redaksi01
