Indramayu Jadi Fokus, BULOG Dorong Petani Melek Asuransi
JAKARTA – Upaya mitigasi risiko gagal panen bagi petani mulai diperkuat melalui sosialisasi asuransi pertanian yang digagas Perusahaan Umum (Perum) BULOG di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan gangguan produksi.
Program bertajuk “Bulog Peduli Petani” ini menitikberatkan pada peningkatan pemahaman petani terhadap perlindungan usaha tani, khususnya melalui skema asuransi. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Perum BULOG Cabang Indramayu bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat, dengan melibatkan 30 petani serta 5 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Pemimpin Wilayah Jawa Barat (Jabar) Perum BULOG, Nurman Susilo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pendekatan preventif untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, bukan sekadar kegiatan simbolis.
“Program Bulog Peduli Petani ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat perlindungan bagi petani sebagai garda terdepan sektor pertanian. Melalui sosialisasi asuransi pertanian ini, kami ingin mendorong petani agar semakin memahami pentingnya mitigasi risiko usaha tani sehingga tetap produktif dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Jawa Pos, Rabu (29/04/2026).
Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi nasional dengan capaian produksi hingga 1,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada akhir 2025. Potensi tersebut didukung oleh karakteristik wilayah yang didominasi lahan datar, menjadikannya salah satu penopang utama pasokan beras nasional.
Namun demikian, sektor pertanian di wilayah tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, banjir, kekeringan, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang kerap menyebabkan kerugian bahkan gagal panen.
Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Hotel Trisul, peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait mekanisme asuransi pertanian, mulai dari pendaftaran hingga proses klaim, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko.
“Dengan adanya pemahaman ini, kami berharap petani bisa lebih siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi, baik akibat faktor alam maupun non-alam, sehingga keberlangsungan usaha tani tetap terjaga,” tambah Nurman.
Program ini sekaligus menegaskan peran Perum BULOG tidak hanya sebagai stabilisator pangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan petani. Inisiatif tersebut juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 2 atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tanpa kelaparan, dengan fokus pada penguatan sistem pertanian yang tangguh.
Ke depan, penguatan literasi perlindungan usaha tani diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah dinamika lingkungan dan ekonomi. []
Penulis: lazir | Penyunting: Redaksi01
