Transisi Energi Jabar: BUMD Andalkan CNG untuk Industri

BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mendorong percepatan transisi energi melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan fokus memperluas distribusi gas bumi sebagai energi bersih guna meningkatkan daya saing industri dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional.

Langkah ini dijalankan melalui PT Migas Utama Jabar (MUJ) sebagai BUMD sektor energi, yang kini memperkuat lini bisnis hilir minyak dan gas (migas), khususnya distribusi Compressed Natural Gas (CNG) untuk sektor industri dan komersial di Jabar. Kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi serta penguatan potensi lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Migas Utama Jabar (MUJ) Ghema Akbar menyampaikan bahwa gas bumi memiliki peluang besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah. “Kami melihat energi, khususnya gas bumi, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah, termasuk mendukung pelaku industri kecil, menengah, hingga sektor produktif lainnya di Jawa Barat,” kata Ghema, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Rabu (29/04/2026).

Menurutnya, pemanfaatan CNG sebagai energi alternatif tidak hanya mendukung agenda transisi energi nasional, tetapi juga menghadirkan efisiensi biaya produksi dan menekan dampak lingkungan karena residu yang dihasilkan relatif minim. MUJ pun berkomitmen memperluas jaringan distribusi gas bumi agar dapat menjangkau lebih banyak sektor usaha.

Implementasi kebijakan ini turut menyasar program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo, di mana penggunaan gas bumi mulai diperkenalkan sebagai pengganti kayu bakar dalam proses produksi genteng tanah liat. Selama ini, sebagian besar produsen masih mengandalkan bahan bakar tradisional yang dinilai kurang ramah lingkungan.

Pemprov Jabar berharap strategi ini tidak hanya mempercepat peralihan menuju energi bersih, tetapi juga mendorong efisiensi industri serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru berbasis energi ramah lingkungan di tingkat daerah. []

Penulis: Novianti Nurulliah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *