Harga Ayam Stabil di Jatim, Pasokan Aman Meski Cabai Melonjak
SURABAYA – Stabilnya harga daging ayam ras di pasar tradisional Jawa Timur (Jatim) hingga Kamis pagi dinilai menjadi indikator terkendalinya pasokan pangan daerah, di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas lain seperti cabai yang justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan pemantauan harga per 30 April 2026, daging ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram di berbagai pasar tradisional Jatim. Kondisi ini menunjukkan tren stabil sejak awal pekan, didukung distribusi pasokan yang lancar dari peternak ke rumah potong hingga pedagang eceran.
Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim mencatat perbedaan harga antarwilayah relatif tipis. Di Kota Surabaya misalnya berada di kisaran Rp40.500 per kilogram, Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo) dan Kabupaten Gresik (Gresik) sekitar Rp41.000, sementara Kota Malang (Malang) sedikit lebih rendah di Rp39.500. Adapun Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi) tercatat Rp42.000 per kilogram.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging ayam karkas masih berada dalam batas wajar secara nasional. Kepala Bapanas menegaskan bahwa stabilitas ini mencerminkan kecukupan stok serta tidak adanya lonjakan permintaan signifikan. “Harga ayam karkas di pasar masih wajar. Jika ditemukan harga mencapai Rp50.000 per kilogram, itu biasanya merupakan harga untuk ayam fillet atau daging ayam tanpa tulang yang memang memiliki nilai tambah,” sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, Kamis (30/04/2026).
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong hilirisasi industri perunggasan guna menjaga keseimbangan harga dari hulu hingga hilir. Upaya ini ditujukan agar peternak tetap memperoleh margin keuntungan yang layak tanpa membebani konsumen di pasar.
Berbeda dengan stabilnya harga ayam, sejumlah komoditas bumbu dapur mengalami tekanan. Harga cabai rawit hijau nasional tercatat mencapai Rp70.840 per kilogram, bahkan menembus Rp90.450 per kilogram di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini turut memengaruhi pola belanja masyarakat meskipun harga protein hewani relatif terkendali.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memperketat pengawasan pasar dengan inspeksi mendadak serta pemantauan berbasis aplikasi digital guna mencegah spekulasi harga. Hingga siang hari, aktivitas perdagangan di pasar tradisional Jatim tetap normal, dan pedagang memperkirakan harga ayam ras akan bertahan dalam waktu dekat selama tidak ada gangguan distribusi maupun lonjakan biaya pakan global. []
Penulis: Ega Syahputra | Penyunting: Redaksi01
