Generasi Muda Ubah Tren Nikah, Paket Hotel Mulai Rp128 Ribu per Orang

PALEMBANG – Pergeseran tren pernikahan di Indonesia yang semakin mengarah pada konsep sederhana dan personal mendorong pelaku industri perhotelan menghadirkan paket yang lebih fleksibel dan terjangkau, salah satunya dilakukan Ayola Sentosa Palembang dengan menawarkan paket mulai Rp128.000 per orang.

Perubahan preferensi ini terjadi seiring gaya hidup generasi muda yang kini lebih mengutamakan pengalaman bermakna dibanding pesta berskala besar, sekaligus mempertimbangkan efisiensi anggaran dalam merancang acara pernikahan.

Perwakilan manajemen Ayola Sentosa Palembang menyebutkan bahwa pola permintaan pasar mengalami perubahan signifikan, terutama dari pasangan usia produktif yang menginginkan konsep acara lebih intim dan terkurasi.

“Pasangan saat ini cenderung mengutamakan pengalaman yang lebih personal dibandingkan skala acara. Mereka ingin momen yang hangat, terkurasi, namun tetap efisien dari sisi biaya,” ungkap perwakilan manajemen Ayola Sentosa Palembang, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Kamis, (30/04/2026).

Menanggapi tren tersebut, pihak hotel menghadirkan beberapa pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari wedding package, intimate wedding package, hingga engagement package.

Untuk wedding package, harga ditawarkan mulai Rp128.000 per orang dengan fasilitas seperti pilihan menu buffet, stall untuk tamu, kamar Deluxe, dekorasi bernuansa honeymoon style, sistem suara, screen projector, serta food testing.

Sementara itu, intimate wedding package dengan harga Rp16.400.000 untuk 100 tamu menghadirkan konsep lebih eksklusif dengan durasi acara lima jam, hiburan solo keyboard dan penyanyi, serta fasilitas kamar Business.

Adapun engagement package dibanderol Rp6.300.000 untuk 30 tamu dengan fasilitas venue empat jam, menu buffet, serta dukungan perangkat acara seperti sistem suara dan screen projector.

Dari sisi biaya, paket tersebut dinilai kompetitif di kelas hotel bintang menengah, sekaligus memberikan alternatif bagi pasangan untuk tetap menyelenggarakan acara tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

Selain itu, perubahan tren ini juga mendorong industri hospitality untuk bertransformasi menjadi penyedia layanan terpadu atau one-stop solution, yang mencakup kebutuhan dekorasi, konsumsi, hingga akomodasi dalam satu paket layanan.

Kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi lokal, karena penyelenggaraan acara pernikahan tetap melibatkan berbagai pelaku usaha seperti vendor dekorasi, jasa dokumentasi, hingga penyedia hiburan.

Dengan tren yang terus berkembang ke arah konsep lebih intim dan efisien, penyedia jasa perhotelan dituntut menghadirkan inovasi layanan yang adaptif agar tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika pasar pernikahan modern. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *