BI Jateng Targetkan Omzet UMKM Tembus Rp630 Juta
SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan peningkatan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga Rp630 juta melalui gelaran UMKM Grande 2026 di Mall Paragon Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 7-11 Mei 2026 itu difokuskan pada penguatan ekonomi hijau, digitalisasi, dan perluasan pasar ekspor produk lokal.
Ajang tersebut merupakan hasil rebranding dari program “UMKM Gayeng” yang telah berjalan selama tujuh tahun terakhir. Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Mohamad Noor Nugroho mengatakan perubahan konsep dilakukan untuk memperkuat empat pilar utama, yakni Green, kerakyatan, digital, dan ekspor.
“Tahun ini kita melakukan rebranding karena ada aspek baru yang ingin kita tekankan, terutama dari sisi sustainability atau ekonomi hijau. Kita tahu kondisi lingkungan dunia sedang mengalami penurunan kualitas (deterioration), maka kami mendorong UMKM untuk mulai mengadopsi konsep ekonomi sirkuler,” ujar Mohamad Noor Nugroho sebagaimana dilansir Suarabaru, Kamis (07/05/2026).
Dalam pelaksanaannya, BI Jateng menghadirkan sekitar 90 UMKM binaan dari berbagai daerah di Jateng, termasuk dukungan kantor perwakilan BI Solo, Purwokerto, dan Tegal. Produk yang dipamerkan meliputi kopi, furniture, home decor, kerajinan tangan (craft), hingga wastra dan fashion ready-to-wear.
Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam UMKM Grande 2026 adalah Booth Hijau yang menyediakan fasilitas Kalkulator Hijau untuk menghitung emisi karbon dari aktivitas pengunjung selama acara berlangsung.
“Harapannya, emisi yang dihasilkan bisa balance dengan jumlah pohon yang kita tanam sebagai sumbangsih bagi kelestarian alam,” tambahnya.
BI Jateng juga memperluas peluang pasar internasional melalui program business matching dengan menghadirkan calon pembeli potensial (potential buyers) dari sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka.
Selain pasar ekspor, strategi pemasaran digital turut diperkuat lewat program Live Selling yang melibatkan para affiliator guna meningkatkan transaksi penjualan UMKM secara langsung selama kegiatan berlangsung.
Mohamad Noor Nugroho mengatakan pihaknya tetap optimistis terhadap capaian transaksi tahun ini meski kondisi ekonomi masih menghadapi tantangan.
“Tahun lalu omzet kita mencapai Rp600 juta. Tahun ini kami harapkan ada peningkatan menjadi sekitar Rp630 juta,” jelasnya.
UMKM Grande 2026 juga diramaikan berbagai agenda pendukung seperti talk show wastra, fashion show bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, edukasi keuangan melalui program “Aku Bisa Sejahtera” bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga program subsidi buku melalui Grand Book Initiative.
Sebagai penutup rangkaian acara, kegiatan tersebut akan berlanjut dengan Central Java Investment and Business Forum (CJIBF) pada 11 Mei 2026 sebagai upaya memperkuat investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
