Ribuan Warga Padati Tala Education Expo 2026, UMKM Kebanjiran Pembeli
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) memanfaatkan Tala Education Expo 2026 sebagai ajang memperlihatkan inovasi pendidikan sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Selama pelaksanaan kegiatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas, ribuan pengunjung memadati lokasi dan memberikan dampak positif bagi pedagang sekitar.
Kegiatan yang diikuti jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu resmi ditutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala, Myrza Fazrina, pada Rabu (06/05/2026) sore setelah pembagian hadiah lomba kepada para pemenang.
Myrza mengatakan expo pendidikan tersebut menjadi ruang bagi sekolah untuk menampilkan berbagai inovasi pembelajaran dan pengembangan karakter siswa kepada masyarakat luas.
”Kami mencoba menyampaikan ke masyarakat inovasi mereka, apa saja yang sudah dilakukan di sekolah dalam pengembangan karakter, kemudian inovasi dalam pembelajaran,” ujar Myrza Fazrina, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Rabu, (06/05/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi pendidikan penting agar masyarakat memiliki gambaran jelas mengenai kualitas sekolah sebelum proses penerimaan murid baru berlangsung.
“Sehingga ketika penerimaan murid baru, masyarakat itu tidak hanya ‘beli kucing dalam karung’ lah istilahnya,” tambahnya.
Selain menampilkan konsep pendidikan modern, Tala Education Expo 2026 juga menghadirkan pelestarian budaya daerah melalui lomba permainan tradisional. Salah satu permainan yang diperkenalkan kembali kepada generasi muda ialah Badaku, permainan rakyat khas daerah yang mulai jarang dimainkan anak-anak.
“Di stan tadi ada lomba Badaku, permainan rakyat yang mungkin anak-anak sekarang sudah tidak lagi melakukannya.”
“Kita berusaha memperkenalkan kembali bahwa Badaku adalah permainan tradisional kita,” jelasnya.
Disdikbud Tala juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Myrza menyebut pihaknya terbuka menerima kritik masyarakat terkait sarana dan prasarana sekolah.
“Ada yang menyampaikan jangan hanya omong-omong, tapi cek lapangan. Sebenarnya dari 2025 kami sudah intens melakukan perbaikan sarana sekolah. Kami sangat menerima kritik untuk perbaikan mutu,” tegas Myrza.
Berdasarkan hasil survei panitia, jumlah pengunjung yang menghadiri expo mencapai sekitar 3.500 orang dan diperkirakan terus bertambah selama kegiatan berlangsung. Kondisi tersebut turut mendongkrak pendapatan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar area acara.
”Hasil survei kami, terdapat 3.500 yang tercatat menghadiri expo ini, bahkan bisa lebih. UMKM sangat berterima kasih dan ingin event seperti ini rutin diadakan untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.
Penutupan Tala Education Expo 2026 berlangsung meriah dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan perwakilan sekolah. Pemkab Tala berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi pendidikan baru sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, budaya lokal, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. []
Penulis: Restu| Penyunting: Redaksi01
