IHSG Berpeluang Tembus 8.300, Saham Bank dan Teknologi Jadi Primadona

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Sabtu (09/05/2026) dengan target menguji level resistansi 8.300. Optimisme pasar didorong stabilitas ekonomi domestik, meningkatnya minat investor terhadap saham blue chip, serta penguatan sektor teknologi dan perbankan yang menjadi penopang utama pasar modal Indonesia.

Analis pasar menilai sentimen positif terhadap IHSG tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Investor domestik dinilai masih aktif melakukan akumulasi saham pada sektor perbankan, telekomunikasi, hingga infrastruktur digital yang memiliki fundamental kuat.

Berdasarkan data teknikal, IHSG saat ini bergerak dalam fase konsolidasi di atas area support 7.265 hingga 7.355. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang indeks untuk menembus rekor tertinggi baru apabila sentimen pasar tetap kondusif.

“Kondisi pasar saat ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia, namun disiplin dalam menentukan titik masuk tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam fluktuasi jangka pendek,” ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum ekonomi, sebagaimana dilansir The Investor, Jumat (08/05/2026).

Meski tren penguatan masih terbuka, pelaku pasar diingatkan untuk mewaspadai aksi ambil untung atau profit taking yang kerap dilakukan investor asing. Dalam beberapa perdagangan terakhir, investor mancanegara masih tercatat melakukan net sell meskipun IHSG bergerak menguat.

Sektor teknologi diproyeksikan kembali menjadi motor penggerak indeks setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,55 persen. Penguatan saham teknologi terjadi di tengah melemahnya sektor energi akibat tekanan harga komoditas global.

Sejumlah saham yang direkomendasikan analis untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Astra International Tbk (ASII). Saham-saham tersebut dinilai memiliki momentum teknikal positif serta volume transaksi yang masih kuat.

Data pasar menunjukkan posisi IHSG terakhir berada di level 8.150 dengan target resistansi 8.300. Sementara volume transaksi harian tercatat mencapai 15,56 miliar saham dan kapitalisasi pasar menyentuh Rp11.345 triliun.

Selain faktor domestik, pasar juga masih dipengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Kebijakan tersebut berdampak terhadap pergerakan nilai tukar rupiah serta arus modal asing di pasar saham dan obligasi Indonesia.

Analis juga mengingatkan investor pemula untuk menerapkan strategi pembatasan kerugian atau stop loss sebesar 3 hingga 5 persen dari harga beli, terutama pada saham dengan volatilitas tinggi. Strategi penjualan sebagian atau partial selling juga dinilai penting dilakukan ketika harga saham telah mencapai target teknikal.

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memantau stabilitas volume transaksi harian guna menjaga momentum penguatan pasar tetap berlanjut. Stabilitas likuiditas dan optimisme investor diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan berikutnya. []

Penulis: Intan Permatasari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *