Harga BBM Pertamina Hari Ini: Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik
JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) pada Sabtu (09/05/2026). Penyesuaian harga paling mencolok terjadi pada produk Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo, sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap dipertahankan pemerintah di level sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut berlaku di berbagai wilayah Indonesia dengan besaran berbeda menyesuaikan kebijakan pajak daerah dan distribusi energi. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter. Sementara Dexlite meningkat dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex melonjak menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi itu dilakukan mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU.
Di tengah kenaikan sejumlah produk nonsubsidi, Pertamax masih dipasarkan Rp12.300 per liter di wilayah Pulau Jawa. Adapun Pertamax Green 95 tetap dijual Rp12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, harga Pertalite bertahan Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau tercatat memiliki harga Pertamax Turbo lebih tinggi dibanding Pulau Jawa, yakni Rp20.750 per liter. Sementara Dexlite di kawasan tersebut dijual Rp27.150 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp29.100 per liter.
Harga BBM di kawasan Free Trade Zone (FTZ) juga berbeda dibanding daerah lain. Di FTZ Batam, misalnya, Pertamax dijual Rp11.750 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berada di angka Rp18.900 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Di Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Tengah (Kalteng), harga Pertamax dipatok Rp12.600 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp20.350 per liter.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan ketika harga minyak dunia masih mengalami volatilitas akibat dinamika geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar mata uang. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Inews, Jumat, (08/05/2026).
Pertamina juga masih mempertahankan distribusi BBM subsidi secara nasional agar stabilitas pasokan energi masyarakat tetap terjaga. Dengan adanya penyesuaian harga ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi energi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
