Transformasi Digital BUMN Dipercepat, Danantara Soroti Efisiensi Teknologi

JAKARTA – Danantara Indonesia mempercepat agenda transformasi digital di lingkungan badan usaha milik negara dengan menargetkan integrasi teknologi dan efisiensi operasional lintas perusahaan pelat merah. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mempercepat pengembangan produk digital dalam negeri.

Transformasi digital itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Transformasi Digital Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, dan dihadiri sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN di Jakarta, Jumat, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (09/05/2026).

Dalam forum tersebut, Danantara menegaskan transformasi digital tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga mencakup perubahan model bisnis, penguatan pengalaman pelanggan, pengembangan infrastruktur digital, hingga tata kelola dan pemanfaatan data yang lebih terintegrasi.

“Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, serta berdampak pada tingkat operasional BUMN, Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak akan berhenti pada level perencanaan, tetapi menghasilkan perbaikan kinerja nyata di masing-masing BUMN,” kata Sigit.

Danantara menilai integrasi platform digital dan pemanfaatan kapabilitas bersama antarlembaga berpotensi menciptakan efisiensi signifikan, terutama pada sektor belanja teknologi, lisensi perangkat lunak, infrastruktur digital, dan layanan bersama. Estimasi efisiensi yang dapat dicapai diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 40 persen, bergantung pada kesiapan masing-masing BUMN.

Selain mengejar efisiensi, Danantara juga menyoroti pentingnya keselarasan strategi digital di seluruh ekosistem BUMN agar setiap program transformasi tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Danantara Indonesia memiliki peran sentral untuk menyelaraskan arah, platform, talenta, dan tata kelola agar setiap inisiatif digital di BUMN tidak berjalan secara terpisah, melainkan mampu menghasilkan efisiensi, peningkatan kinerja, serta nilai tambah kolektif bagi negara. Penyelarasan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing BUMN di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri yang semakin cepat,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Danantara juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi masa depan, seperti kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), advanced analytics, post-quantum readiness, dan keamanan siber. Teknologi tersebut dipandang menjadi elemen strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pengambilan keputusan di sektor industri nasional.

Penguatan sumber daya manusia (SDM) digital turut menjadi perhatian utama. Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan sekitar 600 ribu talenta digital setiap tahun hingga 2030 untuk mendukung percepatan transformasi teknologi nasional.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Danantara menerapkan model triple helix yang menghubungkan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi guna mempercepat pengembangan talenta, riset, serta komersialisasi inovasi nasional.

Selain itu, Danantara mendorong pengembangan teknologi strategis dalam negeri seperti sovereign AI dan sovereign cloud sebagai upaya memperkuat kapabilitas digital nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Program transformasi digital BUMN akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan pengukuran kesiapan digital seluruh BUMN dan pembangunan fondasi kolaborasi dalam enam bulan pertama.

Selanjutnya, implementasi akan dilanjutkan melalui penerapan roadmap digital terintegrasi yang dikelola oleh Danantara Digital Transformation Task Force. Mekanisme tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan transformasi lebih terukur, akuntabel, dan membuka ruang kolaborasi antarlembaga BUMN dalam menghadapi tantangan industri digital ke depan. []

Penulis: Bayu Saputra | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *