Dugaan Perampasan Sepeda Motor Di Kraksaan, Berakhir Happy Ending

Irvan Adi Agusti (19 tahun) menunjukkan bagian jari-jarinya terluka disebakan terjadi tarik-menarik atas kejadian pada Sabtu (9/5/2026), namun akhirnya merasa lega sebab sepeda motor miliknya berhasil dikuasai kembali. (Foto : Rachmat Effendi)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Meski Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo sudah diputuskan sejak 20 April 2026 yang lalu, namun tidak membuat oknum yang mengaku Debt Collector (DC) jera. Dugaan perampasan kendaraan sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kraksaan, pada Sabtu 9 Mei 2026 sekira pukul 16.00 Wib.

Korbannya adalah Irvan Adi Agusti (19 tahun) warga Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Dan yang membuat miris, korban saat itu berboncengan dengan keponakannya yang masih belia Rama Muarif (10 tahun). Akibat kejadian tersebut menyebabkan rasa takut dan trauma bahkan menangis sejadi-jadinya.

Dalam situasi genting karena terjadi tarik-menarik unit sepeda motor dengan oknum DC, bagian kedua tangan jari-jarinya sedikit terluka dan mengeluarkan darah, untungnya Dewi Fortuna masih berpihak kepada kedua anak yang masih belia tersebut.

Meski trauma dengan peristiwa tersebut, Irvan Adi Agusti mengaku sedikit terobati sebab unit sepeda motornya bisa dikuasai kembali berkat kerjasama seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo yang membantu proses mediasi penyelesaian di kantor Polisi yang berkahir happy ending.

Saat dikonfirmasi wartawan, Irvan Adi Agusti secara gamblang menceritakan kronologi peristiwa yang dialaminya, saat itu sekitar pukul 15.30 Wib bersama keponakannya yang masih belia pergi memancing di area sungai Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan atau tepatnya sebelah barat kampus Unzah.

Karena sudah menjelang maghrib, sekitar pukul 16.00 Wib dirinya berboncengan bersama keponakannya yang masih kecil bergegas pulang melewati sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Kraksaan. Namun alangkah kagetnya persis di pertigaan Kelurahan Patokan langsung dipepet oleh orang tak kenal yang kabarnya oknum DC ke salah satu gang.

“Waktu kejadian saya pulang memancing bersama keponakan terus ke arah timur, sesampainya di pertigaan dekat kampung arab ada dua orang langsung memepet langsung minta kunci sepeda motor kemudian menyuruh buka jok, terpaksa saya buka kemudian orang tersebut foto rangka,”ungkap Irvan Adi Agusti, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Irvan Adi Agusti, kemudian kedua orang itu membawa sepeda motor ke salah satu gang dan terjadi saling dorong-mendorong karena berusaha mempertahankan unit.

“Karena saya berusaha mempertahankan unit sepeda motor akibatnya jari-jari saya terluka dan berdarah,”ujarnya.

Sesaat setelah kejadian jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kraksaan bergerak cepat mendengar ada peristiwa dugaan perampasan sepeda motor, hasilnya barang bukti unit sepeda motor milik Irvan Adi Agusti Sabtu (9/5/2026) sekira pukul 22.00 Wib sudah berada di Polsek Kraksaan.

Bahkan dari awal sesaat setelah kejadian, pihak Laskar Jogo Probolinggo menerima pengaduan dari korban, langsung merespon dengan melakukan penelusuran secara terukur bekerjasama dengan aparat penegak hukum terkait benar tidaknya dugaan perampasan sepeda motor tersebut.

Hasilnya ternyata benar, unit sepeda motor milik Irvan Adi Agusti  sudah ditangan Polsek Kraksaan. Mendengar itu, Laskar Jogo Probolinggo segera mendatangi Polsek Kraksaan.

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Kraksaan serta Laskar Jogo Probolinggo dan seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo barang bukti sebuah unit sepeda motor milik Irvan Adi Agusti berhasil dibawa pulang setelah dilakukan pengecekan nomor rangka maupun nomor mesin, sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengeluarkan sepeda motor milik adik Irvan Adi Agusti,”ujar Habib Mustofa, Ketua Laskar Jogo Probolinggo, Sabtu (9/5/2026).

Terkait keberhasilan membantu masyarakat yang dialami Irvan Adi Agusti, Habib Mustofa menegaskan dengan solidaritas dan rasa tanggung jawab terhadap sesama, masyarakat bergerak bersama, menyatukan tenaga, pikiran dan sumber daya untuk menghadapi persoalan yang ada.

“Mereka tidak menunggu janji atau terjebak dalam prosedur berlarut-larut, tetapi mengambil langkah nyata demi kepentingan bersama, gerakan tadi malam itu memiliki daya juang yang luar biasa sekaligus pesan moral bagi para pemangku kebijakan, dibalik kesabaran masyarakat, ada harapan besar agar negara benar-benar hadir melindungi dan melayani seluruh warganya, selamat kepada warga Kabupaten Probolinggo,”pungkas pria yang juga politisi PKB ini. (rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *