Konflik AS-Iran Guncang Bursa Eropa, STOXX 600 Anjlok
JAKARTA – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mengguncang pasar saham Eropa pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran gangguan distribusi energi di Selat Hormuz mendorong mayoritas indeks utama di kawasan itu berakhir di zona merah.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 tercatat melemah 1,01 persen ke level 606,63. Tekanan jual paling besar terjadi pada sektor teknologi dan keuangan yang terdampak sentimen global serta kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga di kawasan Eropa.
Bursa saham Jerman menjadi yang paling tertekan. Indeks DAX terkoreksi 1,62 persen atau 395,35 poin ke posisi 23.954,93. Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis turun 0,95 persen menjadi 7.979,92 dan FTSE 100 Inggris melemah tipis 0,04 persen ke level 10.265,32.
Saham sektor teknologi memimpin pelemahan setelah aksi jual besar-besaran saham semikonduktor di Wall Street merembet ke pasar Eropa. Selain itu, sektor keuangan ikut mengalami tekanan setelah sejumlah emiten perbankan dan reasuransi melaporkan kinerja di bawah ekspektasi pasar.
Beberapa saham perbankan seperti Barclays dan Lloyds tercatat melemah, disusul perusahaan reasuransi Munich Re yang membukukan pendapatan lebih rendah dari perkiraan analis. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa.
Tekanan pasar juga dipicu kenaikan inflasi Jerman yang mencapai 2,9 persen. Pelaku pasar menilai situasi tersebut dapat membuka peluang kebijakan pengetatan moneter lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB).
“Sentimen negatif semakin diperburuk oleh meningkatnya inflasi Jerman ke angka 2,9 persen dan pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa mengenai potensi kenaikan suku bunga guna meredam dampak lonjakan harga energi,” sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (13/05/2026).
Di tengah tekanan pasar, sejumlah emiten justru mencatat penguatan signifikan. Saham Intertek melonjak 6,4 persen setelah muncul proposal akuisisi dari perusahaan ekuitas swasta EQT. Sementara itu, Bayer naik 3,6 persen usai membukukan laba operasional yang melampaui prediksi analis.
Analis pasar menilai ketergantungan Eropa terhadap pasokan energi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan kawasan tersebut. Selain itu, dinamika politik di Inggris dan konflik geopolitik Timur Tengah diperkirakan masih akan membayangi pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan. []
Penulis: Reni Erina | Penyunting: Redaksi01
