STAIN Madina Diminta Ambil Peran Besar dalam Pengembangan UMKM

JAKARTA – PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) mendorong Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan bisnis berbasis digital. Perguruan tinggi dinilai memiliki peluang besar menjadi inkubator usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Ali Sahid, saat menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Madina bersama wartawan di basecamp SMGP, Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi tantangan bagi kampus agar dapat berperan sebagai inkubator bisnis UMKM, sehingga produk masyarakat bisa berkelanjutan dan mampu bersaing di era digital,” ujar Ali Sahid, sebagaimana diwartakan Antara, Selasa (19/05/2026).

Menurut Ali, pengembangan UMKM di wilayah kerja panas bumi terus menunjukkan pertumbuhan, mulai dari usaha makanan ringan hingga sektor pertanian dan peternakan. Bahkan, sebagian produk masyarakat telah mengantongi label halal. Namun, tantangan terbesar masih berada pada pengembangan pemasaran berbasis teknologi.

“Produk UMKM sudah berkembang, bahkan sebagian telah memiliki label halal. Namun, tantangan utama saat ini adalah pengembangan usaha, terutama dalam pemasaran berbasis teknologi digital,” katanya.

Ia menjelaskan, keterbatasan kemampuan masyarakat dalam digital marketing menjadi peluang bagi dunia pendidikan untuk terlibat langsung dalam penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Kehadiran kampus diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar produk daerah.

Selain mendorong pengembangan UMKM, PT SMGP juga menjalankan program Corporate Social Responsibility and Community Development (CDCR) yang difokuskan pada lima sektor utama, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial budaya dan keagamaan.

Ali mengatakan PT SMGP merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang termasuk objek vital nasional berdasarkan keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perusahaan tersebut mendukung penyediaan energi ramah lingkungan sekaligus menopang program ketahanan energi nasional.

Dalam operasionalnya, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk isu lingkungan dan gas hidrogen sulfida (H2S). Meski demikian, dukungan pemerintah dan masyarakat membuat kegiatan operasional tetap berjalan.

Sementara itu, Ketua BEM STAIN Madina, Abdul Bais Nasution, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti gagasan pengembangan inkubator bisnis UMKM di lingkungan kampus.

“Ini ide yang sangat baik. Selama ini SMGP sudah beberapa kali menggelar seminar UMKM di kampus, namun belum ada tindak lanjut konkret. Ke depan akan kami bahas bersama pihak kampus,” ujarnya.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan UMKM lokal sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis teknologi di Madina. []

Penulis: Holik| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *