BRI Dorong UMKM Bali-Nusra Naik Kelas Lewat Program Desa Brilian
DENPASAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) yang telah mencapai Rp4,272 triliun hingga April 2026 mendorong PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk memperkuat program pendampingan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran modal usaha tidak hanya meningkatkan akses pembiayaan, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas bisnis masyarakat di daerah.
Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto, mengatakan pendampingan usaha menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas debitur KUR sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
“Kredit itu bukan hanya sekadar untuk modalnya dia saja, tapi untuk mengembangkan usahanya. Beberapa hal yang kami lakukan seperti program Desa Brilian di mana kita melakukan pembinaan UMKM, klaster agen, dan desa itu menjadi partner untuk pengembangan usaha-usaha di berbagai sektor seperti pertanian,” jelas Anto, sebagaimana dilansir Suara, Selasa (19/05/2026).
Menurut Anto, BRI Region Denpasar pada 2026 menargetkan sebanyak 86 desa masuk dalam program Desa Brilian sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 18 desa telah lolos proses kurasi untuk dijadikan pusat percontohan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga menerapkan pola klasterisasi usaha untuk membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan pasar. Melalui sistem tersebut, pelaku usaha dengan bidang atau komoditas serupa dikelompokkan agar lebih mudah mendapatkan pembinaan, akses pasar, hingga penguatan jaringan usaha.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan,” tuturnya.
BRI Region Denpasar juga mendorong peningkatan literasi digital bagi debitur KUR sebagai upaya menghadapi perubahan perilaku konsumen. Pelaku UMKM diarahkan memanfaatkan platform e-commerce dan sistem pembayaran nontunai agar jangkauan pasar tidak lagi terbatas secara geografis.
Program pendampingan tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di wilayah Bali dan Nusra. Di sisi lain, BRI memastikan layanan pengajuan administrasi KUR 2026 masih dibuka bagi pelaku usaha produktif yang dinilai layak (feasible) untuk memanfaatkan sisa plafon anggaran tahunan yang ditargetkan mencapai Rp10 triliun. []
Penulis: M Nurhadi | Penyunting: Redaksi01
