Bukan Sekadar Modal, UMKM Sumsel Didorong Kuat di Keterampilan dan Pasar

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menekankan penguatan keterampilan, literasi keuangan, dan perluasan akses pasar sebagai langkah utama mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya bertumpu pada bantuan, tetapi harus diiringi peningkatan kapasitas usaha, kemudahan akses permodalan, serta pembukaan pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

“Pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, mendorong peningkatan status pelaku UMKM ini agar naik kelas dengan cara keterampilan yang bertambah, akses keuangan permodalan yang mudah, dan akses pemasaran yang terbuka luas,” ujar Deru saat pembukaan Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026, Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir Detik, Jumat (22/05/2026).

Menurut Deru, peningkatan keterampilan harus dimaknai lebih luas, tidak hanya pada produksi barang, tetapi juga inovasi jasa dan kemampuan pemasaran agar UMKM mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

“Bagaimana meningkatkan keterampilan itu, kalau bikin cendol misalnya inovasinya apa lagi sekarang, seperti boba atau pempek sosis beberapa tahun lalu. Keterampilan ini jangan diartikan harfiah, tapi juga keterampilan dalam me-marketing-kan,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumsel membuka akses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) tanpa bunga untuk batasan tertentu. Namun, Deru menegaskan literasi perbankan tetap menjadi hal penting agar pelaku usaha mampu mengelola pinjaman dan keuangan secara sehat.

“Ini perlu diberi masukan, bukan sekadar pemberian bantuan. Ini tanggung jawab komunitas karena sudah dipinjamkan tanpa bunga. Butuh literasi perbankan agar mereka memiliki kemampuan bisa mengelola keuangan,” tambahnya.

Pada sisi pemasaran, ia meminta komunitas wirausaha mengambil peran aktif dalam memperluas promosi dan memperkenalkan produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih kuat.

Deru menilai sinergi antarkomunitas menjadi kebutuhan mendesak mengingat besarnya potensi sektor UMKM di Sumsel. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), tercatat sekitar 800.000 pelaku usaha kecil dan menengah tersebar di wilayah tersebut.

“Bayangkan ada 800.000 jumlah pelaku usaha kecil menengah di data BI. Ini tentu butuh sekali perhatian dari komunitas-komunitas yang ada untuk selalu menjaga komitmen para pelaku usaha itu sendiri,” ujarnya.

Dorongan penguatan keterampilan, akses modal, dan pemasaran diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus mendorong UMKM Sumsel lebih kompetitif dan berkelanjutan. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *