UMKM Nunukan Dapat Akses Pendampingan untuk Tembus Pasar Regional

NUNUKAN – Penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah perbatasan terus didorong melalui program pelatihan berbasis klaster yang menyasar peningkatan kualitas produk, inovasi, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal di Kabupaten Nunukan.

Sebanyak 18 pelaku UMKM di Nunukan mengikuti Program Klasterisasi 2026 bertema “Olahan Kerupuk Peyek” yang digelar melalui Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nunukan. Program ini diarahkan untuk memperkuat daya saing usaha kecil agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Program tersebut dijalankan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) atau PLN UID Kaltimra bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tarakan. Kegiatan ini juga melibatkan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nunukan serta UKM Alya Cooking sebagai narasumber pelatihan.

Peserta mendapat pendampingan mulai dari teknik produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran untuk memperluas akses pasar regional maupun nasional.

General Manager (GM) PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan PLN ingin menghadirkan dampak sosial dan ekonomi melalui penguatan UMKM di daerah perbatasan.

“PLN UID Kaltimra terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui Rumah BUMN sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Kami berharap UMKM binaan mampu berkembang lebih inovatif dan memiliki daya saing yang kuat sehingga dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat perbatasan,” ujar Chaliq.

Koordinator Rumah BUMN Nunukan Wahyu Dian Ningrum menambahkan program klasterisasi menjadi bentuk pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat tumbuh lebih optimal.

“Rumah BUMN Nunukan hadir sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha agar dapat berkembang dari sisi inovasi produk, legalitas usaha, hingga pemasaran. Kami berharap program ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Anggota Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK Nunukan Astuti menilai pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru, khususnya bagi kaum ibu, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan keluarga. Penguatan UMKM berbasis pelatihan dinilai menjadi salah satu upaya strategis memperluas ekonomi masyarakat perbatasan, sebagaimana dilansir Padek Jawapos, Senin, (25/05/2026). []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *