UMKM Sumbar Kian Tumbuh, BRI Padang Bina Ribuan Pelaku Usaha dan Desa

PADANG – Penguatan ekosistem pendampingan usaha menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 3 Padang dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat (Sumbar), dengan ribuan pelaku usaha dan ratusan desa tercatat telah tersentuh program pembinaan hingga April 2026.

Langkah itu dilakukan melalui sejumlah skema pemberdayaan, mulai dari Desa BRILiaN, klaster usaha, Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga platform digital LinkUMKM yang dirancang untuk memperluas akses pelatihan, literasi usaha, dan penguatan daya saing UMKM.

Department Head Micro Business BRI Region 3 Padang, Riana, mengatakan pemberdayaan UMKM tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga peningkatan kualitas usaha melalui pendampingan dan pemanfaatan teknologi.

“Melalui berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh pendampingan yang lebih terstruktur, akses informasi yang lebih luas, serta kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Riana.

Hingga April 2026, sebanyak 130 desa di wilayah kerja BRI Region 3 Padang telah terlibat dalam Program Desa BRILiaN yang difokuskan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan manajemen desa, pengembangan usaha unggulan, serta literasi keuangan masyarakat.

Selain itu, BRI Region 3 Padang juga membina 1.220 klaster usaha berbasis komunitas yang dikembangkan berdasarkan kesamaan wilayah, sumber daya, maupun sektor usaha agar pelaku usaha dapat tumbuh bersama lewat edukasi bisnis dan pendampingan.

Dalam penguatan kapasitas usaha, BRI juga mengoptimalkan dua Rumah BUMN yang berada di Bukittinggi dan Padang Panjang. Sepanjang 2026, sebanyak 4.178 UMKM baru tercatat menjadi binaan melalui 18 pelatihan yang mencakup pengembangan usaha, akses aplikasi LinkUMKM, rebranding produk, hingga pembukaan rekening dan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Selasa, (26/05/2026).

“Rumah BUMN menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, akses aplikasi LinkUMKM, rebranding produk, hingga pembukaan rekening dan QRIS BRI.

Dengan demikian, UMKM tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan kualitas usaha dan daya saing produk,” jelasnya.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari penguatan usaha. Hingga April 2026, sebanyak 225.276 UMKM tercatat memanfaatkan LinkUMKM melalui situs web maupun aplikasi untuk mengakses pelatihan, self-assessment, konsultasi pakar, akses pasar, dan informasi pengembangan bisnis.

“Pemanfaatan platform digital menjadi salah satu hal penting dalam proses pemberdayaan UMKM. Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat mengakses edukasi, pelatihan, informasi, dan jejaring bisnis secara lebih mudah,” tambah Riana.

Regional Chief Executive Officer (CEO) BRI Region 3 Padang, Riza Pahlevi, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menyesuaikan kebutuhan pelaku UMKM dan masyarakat desa, termasuk melalui perluasan pasar serta optimalisasi layanan digital.

“Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring dan akses pasar, serta tumbuh lebih berkelanjutan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumbar dan sekitarnya,” tutup Riza. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *