Harga BBM 29 Mei 2026 Stabil, Diesel Non-Subsidi Masih Mahal

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nasional hingga Jumat (29/05/2026) masih bertahan stabil meski pasar energi global terus dibayangi fluktuasi harga minyak mentah dunia. Namun, tekanan kenaikan paling besar masih dirasakan pada produk diesel non-subsidi yang kini menembus kisaran Rp26 ribu hingga Rp30 ribu per liter di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut membuat biaya operasional kendaraan diesel, terutama kendaraan niaga dan perjalanan jarak jauh, mengalami peningkatan dibanding pengguna BBM bensin non-subsidi yang pergerakan harganya relatif lebih terkendali.

Harga BBM produksi PT Pertamina di wilayah Pulau Jawa tercatat belum mengalami perubahan signifikan. Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dipatok Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp19.900 per liter.

Sementara itu, produk diesel non-subsidi seperti Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53) masing-masing dijual Rp26.000 dan Rp27.900 per liter. Adapun BBM subsidi Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar (CN 48) Rp6.800 per liter.

Di tengah stabilnya harga BBM, persaingan pasar energi nasional kembali menghangat setelah Shell mulai kembali mendistribusikan Shell V-Power Diesel di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Produk tersebut sebelumnya sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal 2026.

Harga Shell V-Power Diesel kini berada di level Rp30.890 per liter. Angka tersebut sejajar dengan harga Diesel Primus milik Vivo yang juga dipasarkan Rp30.890 per liter.

Selain Shell dan Vivo, jaringan SPBU BP juga mempertahankan harga BBM premium mereka. BP Ultimate dipasarkan Rp12.930 per liter, BP 92 Rp12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp29.890 per liter.

Perbedaan harga BBM di berbagai daerah juga masih terjadi akibat faktor distribusi dan penyesuaian biaya logistik energi. Di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), misalnya, harga Pertamax Turbo mencapai Rp20.350 per liter, sementara Dexlite dijual Rp26.600 per liter.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Sulawesi dan Sumatera. Di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax Turbo bahkan mencapai Rp20.750 per liter dan Pertamina Dex menyentuh Rp29.100 per liter.

Secara umum, pasar BBM nasional masih bergerak mengikuti dinamika harga minyak mentah internasional yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian geopolitik global dan biaya distribusi energi.

Informasi perkembangan harga BBM tersebut sebagaimana dilansir Moladin, Jumat, (29/05/2026), yang menyebutkan bahwa stabilnya harga bensin non-subsidi belum sepenuhnya diikuti produk diesel karena tekanan biaya distribusi dan pasar energi global masih cukup tinggi.

Pengamat menilai kestabilan harga BBM pada akhir Mei 2026 memberi ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyesuaikan biaya operasional di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis. Meski demikian, potensi penyesuaian harga tetap terbuka apabila harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan dalam beberapa waktu ke depan. []

Penulis: Zihan Berliana Ram Ghani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *